Tuesday, December 23, 2008

SINEMA ISLAMI - SAMBUNGAN TERKINI SINOPSIS SINETRON JIHAN EPISODE 1 HINGGA 9 - 22 DISEMBER 2008 PUKUL 19.00 WIB


Sinopsis 1 hingga 9: 22 December 2008

PEMAIN/PELAKON YANG MEMBINTANGI SINETRON JIHAN:

Choky Andriano as Mr. Wijaya
Revi Mariska as Ningsih
Nestiana as Lucy
Yati Octavia as Ratna
Pangky Suwito
Aris Yulianto
Shella Estika
Alenta S. Hombing as Aurel
Annisa as Marni
Ben Prihartono as Ian
Catherine Pamella as Cathy
Rheiner Grandie Manoppo as Don
Chairil J.M as Pak Umar
Denia as Bu Neneng
Diaz Erlangga as dr. Nirwan, papa Ian
Al Indra as Tony, papa kandung Ferdy
Mila Karmelia as Mama Arum
Susana Meilia Lilis Sugandha as Mona
Alex Sukamto
Mega Aulia
Penty Nur Afiani as Arum
Afdhal
Errina G.D as Cindy
Teddy Uncle as Papa Cindy
Febriyanti as Mama Damar
Ferry Ixel as Damar
Arief Rahman as Adrie
Ditmar Hadi as Ferdy
Imel Putri Cahyati as Jihan



Sinema Islami - Jihan Episode 1: Tayang: sehingga 16-Dec-2008 19:00 WIB

Jihan Episode 1

Jihan 18 tahun adalah gadis tomboy yang dibesarkan di Panti Asuhan. Ibunya meninggal hanya beberapa saat setelah melahirkan Jihan. Berdua dengan Nadya 17 tahun ia dikenal sangat tomboy dan gemar bermain bola.

Tapi diluar ke tomboyannya Jihan memiliki sifat suka menolong dan pekerja keras. Ia pantang mengharapkan belas kasihan orang untuk mendapatkan uang. Ia mengajari Bella 10 tahun untuk mencari uang dengan menjual jasa.

Jihan menasehatinya lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah. Hanya sialnya Jihan bertemu dan berakhir dengan kegagalan Jihan setiap melakukan usaha. Awalnya mereka bertemu saat Jihan dengan tidak sengaja membuat wajah Ferdi memar terkena bola yang ditendang Jihan dengan keras.

Keduanya saling menyalahkan dan tidak ada yang mau mengalah hingga berbuah dengan dimulainya peperangan diantara keduanya. Sejak saat itu dimanapun mereka bertemu jadi seperti tikus dan kucing yang selalu berantem dan kejar-kejaran. Selalu setelah itu kebencian diantara mereka berdua jadi selalu meningkat dan meningkat.

Puncaknya adalah ketika mereka bertemu didalam pesta dan bertengkar hebat disana hingga Jihan yang sudah sangat sakit hati menampar Ferdi karena melecehkan harga dirinya sebagai perempuan. Kejadian itu membuat Jihan mengalami kegoncangan dan membenci semua lelaki yang dianggapnya senang memperlakukan perempuan dengan keji.

Jihan sempat meninggalkan Panti dan mengungsi jauh ke rumah seorang nenek yang sangat bijaksana. Tapi disanalah Jihan memperoleh pencerahan dengan nasehat-nasehat nenek yang bijaksana. Jihan sempat dihadiahi pakaian muslimah oleh sang nenek. Jihan pun merasakan kedamaian baru dengan memakai pakaian muslimah itu, meski awalnya ia sangat ragu memakai jilbab.

Sementara itu Ferdi ikut membantu mencari Jihan karena merasa bersalah dan sangat ingin meminta maaf padanya. Ferdi berhasil menemukan Jihan meski saat itu terjadi salah paham yang membuat Ferdi dikeroyok orang kampung karena menyangka Ferdi ingin merampok Jihan.

Kepulangan Jihan disambut suka cita oleh seluruh penghuni Panti, dan penampilan barunya sempat membuat Pak Umar dan Bu Neneng ragu apakah Jihan yang dulunya tomboy benar-benar sudah mantap memakai jilbab. Seiring berjalannya proses, Jihan disadarkan dengan konsekuensi memakai jilbab yang tidak ringan dan keharusan menyesuaikan kelakuan dengan jilbab yang dipakainya kini.

Jihan Episode 2

Jihan kembali ke Panti Asuhan setelah dituduh mencuri kalung Eyang Ratna dan diusir dari tempat kerjanya. Nadia dan Bella menghiburnya dan juga ikut kesal dengan pelakuan orang-orang kaya dirumah itu yang sewenang-wenang pada Jihan.

Bu Neneng menenangkan Nadia dan Bella juga menyuruh Jihan untuk sabar dan tawakal karena semua pasti ada hikmahnya. Sementara itu Ferdi yang ditantang taruhan oleh Ian disuruh mengaku kalah karena Jihan sudah tidak ada lagi dirumahnya.

Tapi Ferdi tak mau menyerah dan tetap ingin mendapatkan Jihan untuk memenangkan taruhan. Ferdi pun kemudian mendatangi Jihan di Panti Asuhan untuk mendekatinya lagi sambil membual kalau dia tidak percaya Jihan sudah mencuri.

Jihan sangat senang karena ternyata masih ada orang di keluarga Wijaya yang mempercayainya. Ferdi tersenyum senang merasa langkah pertamanya berhasil dengan mulus. Pada kesempatan lain Ferdi datang lagi menemui Jihan sambil membawa bunga dan langsung menyatakan cintanya.

Jihan kaget setengah mati dan tidak tahu harus bagaimana. Saat itu Don yang menyamar menjadi Sony diam-diam sedang memfoto mereka. Don ternyata menyukai Jihan dan sangat tidak senang melihat Ferdi mendekatinya. Don mengira Siska susah hidup lagi karena ternyata wajah dan perilaku Jihan mirip dengan Siska kekasihnya yang sudah mati saat kecelakaan.

Don bersumpah untuk menjaga Jihan dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya. Sementara itu Eyang Ratna dengan tidak sengaja mendengar obrolan Tio dan Siti. Dari situlah Eyang Ratna tahu kalo yang sebenarnya telah mencuri kalungnya adalah Siti dan bukan Jihan.

Siti minta ampun dan mohon tidak dipecat dari pekerjaannya. Eyang Ratna bilang yang berhak menentukan Siti dipecat atau tidak adalah Jihan karena Siti telah berdosa pada Jihan karena telah memfitnahnya. Eyang Ratna merasa bersalah karena dulu tidak berhasil menahan kepergian Jihan, meski sejak awal ia tidak yakin Jihan mencuri kalungnya.

Eyang Ratna lalu mendatangi Jihan di Panti untuk membawanya kembali ke rumah Wijaya. Tapi kembalinya Jihan ke rumah itu justru membuat Ferdi semakin punya kesempatan untuk mendekati Jihan dan memenangkan taruhannya dengan Ian.

Pada akhirnya Jihan tahu kalau Ferdi dan Ian hanya mempermainkannya dengan sebuah taruhan. Ia berhasil menguping semua pembicaraan itu dan merasa sangat terpukul. Jihan lalu membalas dengan menjebak Ferdi dengan bantuan Bu Ade hingga yang dicium Ferdi adalah Bu Ade.

Ferdi sangat kesal dan membenci Jihan tapi disisi lain Ferdi juga semakin penasaran untuk bisa mendapatkannya. Saat itulah muncul Aurel, kekasih Ferdi yang baru datang dari luar negeri. Aurel mencium kedekatan Ferdi dengan Jihan hingga ia minta ke Bu Wijaya dan Eyang Ratna untuk memecat Jihan, pembantu yang sudah lancang dan berani mendekati anak majikan.

Jihan Episode 3

Seisi rumah geger karena Ferdi menyatakan kalau Jihan adalah pacarnya. Tapi Ferdi dengan enteng bilang kalau itu semua cuma bohongan karena ia mau kasih pelajaran ke Aurel supaya bisa bersikap baik pada semua orang termasuk pembantu disini.

Sementara itu Jihan tidak tau apa-apa karena Ferdi sendiri tidak pernah mengatakan padanya. Di sisi lain Ferdi tetap berusaha dekati Jihan dan terus ucapkan kata-kata rayuan. Jihan jadi bingung dengan sikap Ferdi yang sebenarnya, ia ragu apakah Ferdi benar-benar tulus atau cuma ingin mempermainkannya lagi.

Ternyata dibalik itu semua Ferdi sudah mengatur siasat untuk menjebak Jihan. Ia mengajak Jihan bergabung dengan acara makan malam keluarga. Setelah terus-terusan didesak akhirnya Jihan setuju. Pada malam yang ditentukan Jihan muncul dengan pakaian muslimah yang sangat bagus dan cantik.

Tapi disanalah neraka disiapkan untuk Jihan. Ia dipermalukan habis-habisan sebagai pembantu yang tidak tau diri dan merasa sepadan dengan mereka semua hingga mau ikut acara makan bersama. Jihan sangat malu dan merasa hancur.

Sejak kejadian itu Jihan sangat membenci Ferdi dan tidak mau mendengarnya lagi. Ia juga meminta Ferdi tidak mengganggu hidupnya lagi dan Jihan tidak akan lagi mengganggu hidup Ferdi. Eyang Ratna juga membela Jihan dan menyalahkan semua karena sudah memperlakukan Jihan dengan tidak beradab.

Eyang Ratna bilang mereka semua yang tidak pantas disebut sebagai orang-orang yang berkelas. Cathy dan Bu Wijaya sangat kesal dengan pembelaan Eyang Ratna. Mereka menyangka Jihan sudah mempengaruhi Eyang Ratna. Mereka kemudian tidak henti mengintimidasi Jihan dan akan membuat rumah itu seperti neraka bagi Jihan.

Don memberi kunci khusus ke Jihan supaya bebas keluar masuk kamarnya. Hal itu malah membuat Ferdy jadi curiga dan mulai cemburu. Ferdi dengan sangat kesal mendatangi Don dan minta dia menjelaskan hubungannya dengan Jihan. Don dengan tegas bilang suka dengan Jihan dan akan menjadikannya pendamping hidup.

Ferdi sangat marah dan suruh Don berhenti bermimpi. Saat itulah Jihan muncul untuk melerai keduanya. Don langsung bilang habis kasih tahu Ferdi kalau Don jatuh cinta sama Jihan. Jihan sangat kaget mendengar itu dan shock. Ferdi sedih lalu keluar.

Jihan yang shock tak lama juga melangkah keluar. Saat itulah Ferdi menyudutkan Jihan untuk menjawab apa dia juga cinta sama Don. Jihan dengan menangis bilang memang dia cuma seorang pembantu dan tidak pantas dicintai siapapun.

Tiba-tiba Ferdi langsung peluk Jihan sambil bilang kalau dia cuma tidak rela Jihan dicintai Don. Jihan tertegun dan kaget dengan pelukan Ferdi. Jihan lalu mendorong tubuh Ferdi untuk menjauh darinya. Ferdi terpaku dan hanya saling pandang dengan Jihan.

Jihan Episode 4

Ferdi cemburu karena Don mendekati Jihan, Ferdi melakukan berbagai cara agar dia mendapatkan simpati dari Jihan. Akhirnya Ferdi membayar orang untuk berpura-pura menggangu Jihan ketiak itu juga Ferdi datang menyelamatkannya dan berpura-pura melawan orang-orang yang mengganggu Jihan.

Jihan bersimpati dan berterima kasih ke Ferdi. Cathy tidak suka kalau Ferdi menolong Jihan dan Jihan dimaki-maki oleh Cathy. Ferdi membela tapi Cathy malahan bilang bahwa Ferdi telah dipengaruhi oleh Jihan untuk mendapatkan harta ayahnya. Jihan tersinggung lalu menangis dan pergi.

Terlihat Jihan sedang mengambil wudhu untuk sholat agar dirinya tenang, Jihan membuka jilbabnya. Tiba-tiba Ferdi datang dan Ferdi terkesima melihat Jihan, Ferdi meminta maaf atas sikap Cathy dan meminta Jihan untuk bersikap baik kepadanya. Jihan menolak untuk menuruti Ferdi, lalu Ferdi tiba-tiba memeluk Jihan.

Don yang menyamar sebagai Sonny diam-diam memfoto mereka yang sedang berpelukan dan Don tampak kesal melihat itu. Don mencetak foto-foto Jihan di kamar gelap, Don nampak kesal melihat foto Jihan yang sedang dipeluk oleh Ferdi. Don yang menyamar sebagai Sonny langsung keluar kamar sambil membawa foto itu, tanpa disadarinya foto Ferdi sedang memeluk Jihan tercecer dan ditemukan oleh Cathy.

Don yang sedang menyamar jadi Sonny mengendap-endap didalam rumah dan masuk ke kamar Don. Jihan sedikit curiga lalu mengikutinya, Jihan kaget ketika melihat Don membuka penyamarannya. Jihan kecewa ke Don karena telah dibohongi. Don mencoba menjelaskan tapi Jihan tidak mau peduli.

Jihan kecewa karena Don sama dengan Ferdi yang selalu menyakitinya. Don bilang bahwa dia mencintai Jihan dan melakukan penyamaran itu agar dia dekat dengan Jihan. Tetap Jihan tidak menerima kebohongan itu,

Pak Umar dan Bu Neneng resah karena Jihan dekat dengan Ferdi yang menurut Pak Umar bahwa Ferdi adalah saudara Jihan dan tidak mungkin untuk mereka saling berhubungan karena menurut Pak Umar mereka bersaudara. Lalu Pak Umar meminya Bu Ade untuk tinggal dirumah Pak Wijaya untuk menyelidiki hubungan Jihan dan Ferdi, Bu Ade pun akhirnya tinggal dirumah Pak Wijaya.

Bu Ade bicara ke Ferdi tentang hubungannya dengan Jihan. Tapi malahan Bu Ade dimarahi oleh Ferdi dan mengatakan agar Bu Ade tidak ikut campur. Ferdi mendapat musibah, mobil yang dikemudikannya menabrak orang sampai masuk rumah sakit.

Jihan mendatangi Ferdi untuk menyuportnya agar Ferdi tidak merasa bersalah dan Jihan bilang semua itu sudah diatur oleh Allah. Sikap baik Jihan malah dianggap buruk oleh Aurel. Aurel bilang bahwa Jihan mencoba menggoda Ferdi, Ferdi melerai tapi Aurel makin marah dan meminta Ferdi untuk memilih antara Aurel dan Jihan.

Jihan Episode 5

Pak Wijaya dan Tarjo berencana untuk membohongi Eyang Ratna bahwa Ningsih sudah meninggal ketika melahirkan dan begitu juga anaknya. Lalu ketika mereka sedang berdebat untuk memberitahu Eyang Ratna, Eyang Ratna melihat dan curiga dengan gelagat mereka. Eyang Ratna memaksa mereka untuk mengatakannya akhirnya mereka mengatakannya dan membuat Eyang Ratna shok mendengarnya.

Pak Umar bicara ke Jihan tentang kedekatannya dengan Ferdi dengan sedikit sedih Jihan bilang bahwa dia tidak mau berhubungan dengan lelaki karena dia selalu disakiti dan pada akhirnya hanya mempermainkannya, seperti Ferdi. Pak Umar sedikit lega karena Jihan kecewa dengan Ferdi dan tidak akan dekat sama Ferdi.

Ferdi bertemu dengan Jihan dan bilang bahwa dia benar-benar mencintainya. Jihan meminta Ferdi untuk tidak menganggunya karena dia sudah merasa tersakiti dan menurut Jihan, Ferdi lebih baik memperhatikan Aurel karena Aurel akan sakit hatinya jika dia tahu Ferdi mendekati wanita lain. Ferdi menyatakan dia tidak mencintai Aurel dan hanya mencintai Jihan.

Jihan menghibur Eyang Ratna yang hancur hatinya karena tau cucunya sudah meninggal. Eyang Ratna mengatakan dia menyayangi Jihan seperti cucunya sendiri lalu Jihan tersenyum dan mau dianggap sebagai cucu oleh Eyang Ratna, Eyang Ratna senang dan haru.

Jihan dengar dari Pak Umar bahwa cucunya Eyang Ratna masih hidup lalu Jihan memberitahukannya ke Eyang Ratna. Eyang Ratna senang mendengarnya. Eyang Ratna kesal dengan Pak Wijaya yang telah membohongi bahwa cucunya sudah meninggal.

Pak Umar menemui Pak Wijaya dan memberitahukannya bahwa anaknya yang hilang adalah Jihan. Pak Wijya kaget dan tidak mempercayainya. Pak Wijaya kecewa kenapa harus Jihan yang menjadi anaknya. Pak Wijaya berfikir dia tidak akan menerima Jihan dan berencana mengusirnya agar dia tidak bertemu lagi dengan Jihan.

Cathy menuduh Jihan mencuri dan mengacak-acak kamarnya, Jihan mengelak dari semua tuduhan itu karena dia memang tidak melakukannya. Cathy terus mendesak Jihan agar mengaku dan Jihan tetap dengan perkataannya. Akhirnya Cathy memperlihatkan sebuah foto Jihan bersama dengan Ferdi. Mereka semua tersentak kaget melihat foto itu, sementara Cathy hanya tersenyum puas.

Jihan Episode 6

Jihan sempat shock melihat foto dirinya bersama Ferdi ada ditangan Pak Wijaya. Aurel dan Cathy memanfaatkan kesempatan itu untuk mengusir Jihan. Jihan luntang lantung dan pingsan. Untung saja Don datang dan membawanya kembali ke rumah.

Disitu Don membela Jihan dan mengatakan bahwa Ferdilah yang memaksa dan memeluk Jihan. Kebencian diantara Don dan Ferdi semakin meruncing. Apalagi Ferdi merasa Don dan Jihan semakin dekat.

Dalam pandangan Ferdi, Don dan Jihan sangatlah romantis. Sementara Pak Wijaya yang mulai menapak jalan politik sebagai calon Gubernur awalajnya hendak melenyapkan Jihan yang dianggapnya batu sandungan. Tapi Pak Wijaya terenyuh dan membatalkan niatnya ketika mendengar Jihan bercerita tentang ayahnya.

Pak Wijaya mengadakan pesta syukuran kesuksesannya. Aurel memanfaatkan dengan meminta sekalian bertunangan. Ferdi awalnya ragu tapi melihat kedekatan Don dan Jihan akhirnya Ferdi menyanggupi meskipun dengan perasaan emosi. Sementara Don datang ke pesta tanpa kursi roda. Don mengatakan bahwa itu berkat Jihan.

Sementara Jihan dan Don semakin dekat. Sementara Bu Wijaya semakin muak dengan semua tingkah Pak Wijaya yang sama sekali tak peduli pada istrinya sendiri. Bu Wijaya juga muak dengan perselingkuhan Pak Wijaya. Bu Wijaya frustasi dan mulai mabuk - mabukan. Padahal itu adalah siasat Pak Wijaya yang ingin menyingkirkan Bu Wijaya.

Ternyata Ferdi semakin tak betah berada dekat Aurel yang berhati dengki itu. Dan itu tak sengaja membuatnya mendekat ke Jihan. Tak disangka suatu hari Eyang Ratna menyuruh Ferdi menemani Jihan yang akan mengantarkan uang ke Panti.

Saat itu Jihan dirampok. Uang dan kalungnya diambil. Ferdi yang mencoba membela malah tertusuk pisau. Bagaimanakah kelanjutannya, apakah Ferdi terancam bahaya? Akibat peristiwa ini apakah keluarga Ferdi masih menerima Jihan?

Episode 5

Pak Wijaya dan Tarjo berencana untuk membohongi Eyang Ratna bahwa Ningsih sudah meninggal ketika melahirkan dan begitu juga anaknya. Lalu ketika mereka sedang berdebat untuk memberitahu Eyang Ratna, Eyang Ratna melihat dan curiga dengan gelagat mereka. Eyang Ratna memaksa mereka untuk mengatakannya akhirnya mereka mengatakannya dan membuat Eyang Ratna shok mendengarnya.

Pak Umar bicara ke Jihan tentang kedekatannya dengan Ferdi dengan sedikit sedih Jihan bilang bahwa dia tidak mau berhubungan dengan lelaki karena dia selalu disakiti dan pada akhirnya hanya mempermainkannya, seperti Ferdi. Pak Umar sedikit lega karena Jihan kecewa dengan Ferdi dan tidak akan dekat sama Ferdi.

Ferdi bertemu dengan Jihan dan bilang bahwa dia benar-benar mencintainya. Jihan meminta Ferdi untuk tidak menganggunya karena dia sudah merasa tersakiti dan menurut Jihan, Ferdi lebih baik memperhatikan Aurel karena Aurel akan sakit hatinya jika dia tahu Ferdi mendekati wanita lain. Ferdi menyatakan dia tidak mencintai Aurel dan hanya mencintai Jihan.

Jihan menghibur Eyang Ratna yang hancur hatinya karena tau cucunya sudah meninggal. Eyang Ratna mengatakan dia menyayangi Jihan seperti cucunya sendiri lalu Jihan tersenyum dan mau dianggap sebagai cucu oleh Eyang Ratna, Eyang Ratna senang dan haru.

Jihan dengar dari Pak Umar bahwa cucunya Eyang Ratna masih hidup lalu Jihan memberitahukannya ke Eyang Ratna. Eyang Ratna senang mendengarnya. Eyang Ratna kesal dengan Pak Wijaya yang telah membohongi bahwa cucunya sudah meninggal.

Pak Umar menemui Pak Wijaya dan memberitahukannya bahwa anaknya yang hilang adalah Jihan. Pak Wijya kaget dan tidak mempercayainya. Pak Wijaya kecewa kenapa harus Jihan yang menjadi anaknya. Pak Wijaya berfikir dia tidak akan menerima Jihan dan berencana mengusirnya agar dia tidak bertemu lagi dengan Jihan.

Cathy menuduh Jihan mencuri dan mengacak-acak kamarnya, Jihan mengelak dari semua tuduhan itu karena dia memang tidak melakukannya. Cathy terus mendesak Jihan agar mengaku dan Jihan tetap dengan perkataannya. Akhirnya Cathy memperlihatkan sebuah foto Jihan bersama dengan Ferdi. Mereka semua tersentak kaget melihat foto itu, sementara Cathy hanya tersenyum puas.

Episode 7

Ferdi tertusuk pisau preman yang merampas kalung liontin Jihan. Jihan yang panik akhirnya bisa membawa Ferdi ke rumah sakit. Tapi sayang, justru dia dituduh yang membunuh Ferdi. Ini semua berkat laporan Bu Wijaya, Cathy dan Aurel.

Ditambah lagi sidik jari Jihan ada di gagang pisau yang digunakan untuk menusuk Ferdi/ Rupanya Jihan yang mencabut pisau dari tubuh Ferdi karena panik berakibat fatal. Untungnya, Ferdi memberi kesaksian kalau Jihan bukanlah pelaku penusukan.

Jihan akhirnya dibebaskan setelah pelaku yang sebenarnya tertangkap polisi. Sebelum tertangkap polisi, preman yang menusuk Ferdi memberikan kalung liontin milik Jihan kepada Wira untuk dijualkan. Ternyata Wira yang sedang memakai kalung liontion ini dilihat oleh Tio.

Tio segera memanfaatkan situasi. Dia mengajak Wira untuk bekerjasama dengan berpura - pura menjadi cucu Eyang Ratna yang hilang beberapa tahun yang lalu. Padahal tujuan utama Tio adalah untuk mencari keuntungan lewat Wira. Dan benar saja Wira banyak mendapat uang dari Eyang Ratna karena dianggap cucunya yang hilang.

Eyang Ratna senang mendapati Wira sebagai cucunya yang hilang. Tapi Pak Wijaya dan Bu Wijaya yang sudah tahu kalau Jihan adalah anak Pak Wijaya sama sekali tidak percaya. Pak Umar sebagai pemilik panti juga tidak percaya kalau Wira adalah anak biologis Pak Wijaya.

Dia tetap yakin kalau Jihan adalah anak Pak Wijaya yang sebenarnya. Aurel benar - benar kehilangan cara untuk memisahkan Jihan dengan Ferdi yang semakin dekat. Makanya dia berbuat nekat dengan berpura-pura tidur dengan Ferdi. Rupanya hal itu diketahui oleh Jihan. Jihan benar-benar kaget melihatnya.

Episode 8

Jihan sangat terpukul ketika memergoi Ferdi tengah tidur bersama Aurel di satu kamar. Ia merasa sangat dikhianati dan dipermainkan oleh Ferdi apalagi Jihan sadar lelaki itu sudah berkali-kali menyakitinya. Kontan saja kebencian Jihan jadi sangat besar dan dalam terhadap Ferdi.

Sementara itu Ferdi sendiri tidak mengerti kenapa Aurel bisa tiba-tiba berada di ranjang bersamanya, karena dia sama sekali tidak bisa mengingat apa yang sebenarnya telah terjadi. Hanya satu yang terakhir diingat Ferdi ketika Aurel sempat memberinya segelas minuman yang kemudian membuatnya tidak sadarkan diri.

Disisi lain Pak Wijaya merasa semakin tidak nyaman dengan keberadaan Wira dirumahnya karena ia sangat yakin kalo Wira bukan anaknya. Beruntung pada akhirnya Pak Tarjo berhasil membongkar penipuan yang melibatkan Tio dengan memanfaatkan Wira untuk menguras harta keluarga Wijaya dengan mengaku sebagai anak Pak Wijaya.

Meski jatidiri Wira sudah terbongkar dan Pak Umar terus memaksa Pak Wijaya untuk mulai mengakui Jihan sebagai anaknya, tapi pak Wijaya sendiri merasa belum punya cukup keberanian untuk menghadapi reaksi Jihan kalau mengetahui dia adalah ayahnya yang notabene sudah menyakiti ibunya dan juga menyengsarakan Jihan selama ini.

Aurel yang sudah diputuskan hubungannya dengan Ferdi masih tak mau menyerah mencari akal untuk bisa tinggal dirumah Wijaya lagi supaya bisa kembali mendapatkan Ferdi sepenuhnya dan sekaligus menghancurkan Jihan.

Ia pada akhirnya mendapat ide brilian dengan mengaku sudah hamil 2 bulan mengandung anak Ferdi memanfaatkan jebakan yang pernah dibuat Aurel hingga semua mengetahui Ferdi sudah tidur bersamanya.

Hubungan Jihan dan Ferdi makin hancur berantakan dan hanya menyisakan rasa sakit yang teramat dalam bagi Jihan dengan adanya kenyataan itu.

Episode 9

Jihan merasa amat terpukul menerima kenyataan Aurel hamil. Ferdi yang serba salah berusaha menjelaskan, tetapi Jihan memberikan ultimatum untuk tidak mendekatinya lagi. Tapi Ferdi terus saja mengejar Jihan dan mencoba memberikan hadiah coklat.

Coklat ini malah membuat Aurel cemburu dan berakibat tertindasnya Jihan. Don menegaskan pada Ferdi untuk lebih fokus pada Aurel dan melupakan Jihan. Sementara perbuatan Aurel makin membuat kesal Ferdi. Don selalu berusaha membuat Jihan tersenyum. Jihan menghadapi dilema.

Sementara itu Cathy semakin dekat dengan Anton. Dimata Cathy, Anton adalah pemuda baik dan penuh perhatian padanya. Sedangkan Jamal sudah menangkap gelagat Anton yang kurang baik dan sering merayu Cathy.

Sementara Ian mencari tau keberadaan Arum yang sering menelpon Anton. Ian curiga Arum dan Anton mempunyai hubungan yang serius yang berakibat merugikan Cathy. Aurel makin meradang ketika Ferdy semakin berusaha mendekati Jihan dan mengacuhkannya.

Aurel menyuruh Jihan membersihkan kotoran diatas lemari yang mengakibatkan ia jatuhm mencuci freezer dalam keadaan tangan sakit. Dan semua penderitaan itu, Don muncul menjadi penolong. Sampai suatu ketika Don bicara serius untuk mengajak Jihan menjadi kekasihnya malang bagi Don, Jihan ternyata tidak bisa memupus perasaan cintanya pada Ferdi.

(Terima kasih dan kredit diberikan kepada http://www.indosiar.com dan semua sumber untuk maklumat dan gambar)

0 comments :

Online Visitors

Thank you for dropping by