Sunday, December 15, 2013

Sinopsis Episode 17 - 31 (27 November 2013) - Sinetron Unggulan Ciung Wanara menemui penonton mulai 28 Oktober 2013 setiap hari pukul 18.00 WIB di Layar Indosiar


 Sinopsis Ciung Wanara

Sinetron laga yang menggantikan sinetron Aku Bukan Anak Haram kali ini diangkat dari cerita rakyat Sunda, yaitu legenda Ciung Wanara. Kisahnya dimulai dengan Raja Sunda Galuh Prabu Barma Wijaya nyaris terbunuh saat berburu di hutan. Prabu Barma Wijaya tidak menyadari bahwa dalang dari penyerangan terhadap Barma Wijaya adalah adiknya sendiri, Patih Sunda Galuh yaitu Irmantara yang ingin mengambil alih tahta singgasana Sunda Galuh dari tangan Barma Wijaya.

Barma Wijaya akhirnya ditemukan dan dirawat hingga selamat nyawanya oleh Ki Parang Bumi, Nyai Kluwak dan anaknya Dewi Pangreyep, keluarga raksasa yang menjelma menjadi manusia. Dan sebagai balas budi, Raja Barma Wijaya kemudian mengangkat Dewi Pangreyep menjadi istrinya.
Irmantara terus berusaha mencari kesempatan untuk melenyapkan Barma Wijaya, langkah awalnya dengan berusaha mendekati Dewi Pangreyep. Tanpa diketahui siapapun, Irmantara dan Dewi Pangreyep menjalin hubungan gelap.

Dewi Pohaci Naganingrum dan Dewi Pangreyep sama-sama hamil. Bedanya adalah Dewi Pohaci Naganingrum benar-benar mengandung anak dari Barma Wijaya, sedangkan Dewi Pangreyep sebenarnya mengandung anak dari hubungan gelapnya dengan Irmantara.

Irmantara dan Dewi Pangreyep bekerjasama dengan Ki Parang Bumi dan Nyai Kluwak. Saat persalinan Dewi Pohaci Naganingrum itulah, Ki Parang Bumi dan Nyai Kluwak menukar bayi Dewi Pohaci Naganingrum dengan seekor anak anjing. Sementara bayi asli Dewi Pohaci Naganingrum diserahkan kepada Irmantara untuk segera dilenyapkan.

Barma Wijaya mengusir Dewi Pohaci Naganingrum dan anak anjingnya keluar dari istana. Sementara itu, usaha Irmantara membunuh sang pangeran, bayi Dewi Pohaci Naganingrum ternyata gagal.
10 tahun kemudian…..

Bayi Dewi Pohaci Naganingrum yang diberi nama Ciung Wanara tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas. Kini Ciung Wanara kecil bersahabat dan akrab dengan Ayam Jago, Burung Ciung dan Monyet Wanara. Selain itu, Aki Balagantrang juga melatih Ciung Wanara menguasai ilmu kanuragan agar kelak menjadi seorang pemuda yang tangguh.

Ciung Wanara bertemu dan bermusuhan dengan Pangeran Hariang Banga. Pangeran Hariang Banga adalah Pangeran Sunda Galuh, putra kandung Dewi Pangreyep dari hasil hubungan gelapnya dengan Irmantara.
Secara kebetulan, Ciung Wanara bertemu dengan Dewi Pohaci Naganingrum. Kepada Ciung Wanara, akhirnya Dewi Pohaci menjelaskan jati dirinya yang sebenarnya, bahwa dahulu dia adalah Ratu Sunda Galuh dan anjing Lemur adalah anak kandungnya. Dan Dewi Pohaci meminta agar Ciung Wanara menjaga rahasia ini. Keduanya sama sekali tidak menyangka bahwa sebenarnya mereka adalah ibu dan anak.

Bisakah Ciung Wanara dan Dewi Pohaci Naganingrum selamat dari kejaran Patih Irmantara dan bersatu dengan sang ayah, Raja Barma Wijaya. Saksikan kisah selengkapnya dalam sinetron laga Ciung Wanara hanya di Indosiar, setiap Senin-Minggu pukul 18.00 WIB.(GentaBuana/indosiar.com/Fch)

 Sinopsis Ciung Wanara Episode 17

Sekali lagi niat Barma Wijaya untuk mengajak Dewi Pohaci tinggal di istana Sunda Galuh tanpa membawa serta Anjing Lemur, kembali ditolak oleh Dewi Pohaci.

Ciung Wanara akhirnya membebaskan Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak, setelah ke dua raksasa itu bersumpah tidak akan pernah lagi menyerang Ciung Wanara.

Barma Wijaya menjatuhkan hukuman gantung kepada Dewi Pohaci, karena menolak untuk kembali ke istana dan lebih memilih tinggal bersama Anjing Lemur. Disaat pelaksanaan hukuman gantung, mendadak Anjing Lemur muncul dan berusaha menggagalkan hukuman tersebut.

Berusaha kabur dari kejaran pasukan Sunda Galuh, Anjing Lemur justru masuk ke ruang penyimpanan pusaka. Dan seluruh isi istana kemudian terkejut, saat melihat Anjing Lemur bisa menyentuh Keris Cantaka, itu berarti Anjing Lemur adalah keturunan asli dari Barma Wijaya.

Pradasbahu berusaha memburu Harimau yang diduga telah mencelakai Kinar Dewi. Sementara itu tingkah laku Peri Hitam semakin tidak terkendali, terus menerus memusuhi Dewi Pohaci.

Dengan akal liciknya, Garbapati berhasil mengelabuhi Barma Wijaya, hingga kemudian dia diterima tinggal di istana, bergabung dalam pasukan Senopati Aji Saka. Kecurigaan Barma Wijaya kepada Dewi Pangreyep pun akhirnya lenyap. Di sisi lain, Kirana Sari berusaha membebaskan ibu dan adiknya dari sekapan Dewi Pangreyep.

Berhasilkah usaha Kirana Sari?

 Sinopsis Ciung Wanara Episode 18

Meskipun telah terbukti Anjing Lemur bisa menyentuh Keris Pusaka, demi keamanan kerajaan maka Barma Wijaya tetap menolak mengakui Anjing Lemur sebagai anaknya. Namun dia membatalkan hukuman Dewi Pohaci dan membebaskannya untuk hidup berdua dengan Anjing Lemur.

Irmantara, Dewi Pangreyep, Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak diam-diam berusaha membunuh Anjing Lemur. Berkat kesaktian Mutiara Emas dan Perak, Ciung Wanara cs berhasil menggagalkan penyerangan Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak, namun Dewi Pohaci sempat terluka oleh serangan gelap yang dilakukan oleh Peri Hitam.

Usaha Peri Hitam dan Tong Jadal merebut Mutiara Emas dan Perak dari tangan Monyet Bayuni juga tidak berhasil. Sementara itu, Barma Wijaya yang mengetahui bahwa Irmantara adalah dalang dari penyerangan ke Dewi Pohaci dan Anjing Lemur, langsung marah dan mencopot jabatan Irmantara. Sebagai gantinya, jabatan Patih Sunda Galuh diberikan kepada Aji Saka, sedangkan Garbapati naik pangkat menjadi Kepala Prajurit.
Diam-diam Garbapati bersekongkol dengan Irmantara, dengan menjelma menjadi harimau mencoba membunuh Anjing Lemur. Namun usahanya berhasil digagalkan oleh Monyet Wanara dan Bayuni. Sedangkan Ciung Wanara mengajukan sebuah permintaan kepada Patih Aji Saka.

Apa yang diminta Ciung Wanara dari Patih Aji Saka itu?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 19

Mengetahui Kinar Dewi menjadi korban keganasan Harimau, maka Ciung Wanara dan Bayuni bertekad membalaskan dendam memburu sang Harimau. Disaat yang sama, Pradasbahu juga tengah berusaha menangkap Harimau yang diduga telah memangsa Kinar Dewi, anaknya.

Untuk menjatuhkan Barma Wijaya dan merebut tahta kerajaan Sunda Galuh, Irmantara diam-diam bekerjasama dengan Garbapati menjalankan rencananya. Langkah pertama adalah menyingkirkan Patih Aji Saka yang merupakan orang kepercayaan Barma Wijaya, setelah itu baru membunuh Anjing Lemur.
Dalam sebuah penyergapan, pasukan hitam-hitam pimpinan Garbapati mampu membuat pasukan Aji Saka kocar-kacir. Bahkan Aji Saka sendiri terluka oleh serangan anak panah. Beruntung, nyawa Aji Saka masih selamat.

Atas saran Irmantara, kemudian Barma Wijaya setuju menerima kembali Dewi Pohaci dan Anjing Lemur tinggal di istana, dengan satu syarat yaitu rakyat Sunda Galuh harus member dukungan kepada Dewi Pohaci dan Anjing Lemur. Sebenarnya ini semua adalah akal licik dari Irmantara, karena akan lebih mudah baginya jika membunuh Anjing Lemur di dalam istana.

Dewi Pangreyep, Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak kemudian berhasil menaklukkan dan menangkap Ciung Wanara. Ciung Wanara dipaksa untuk menyerahkan Mutiara Sakti dan Batu Hitam yang berguna untuk masuk ke Dunia Peri.

Akankah Ciung Wanara menyerahkan Mutiara Sakti dan Batu Hitam itu kepada mereka?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 20

Diam-diam Garbapati membayar dan membantu Cakra Unggul cs menyusup ke istana Sunda Galuh untuk membunuh Anjing Lemur. Namun Cakra Unggul cs gagal menjalankan misi nya, tertangkap oleh pasukan istana dan dipenjarakan. Hariang Banga yang juga menginginkan kematian Anjing Lemur, kemudian membebaskan Cakra Unggul, namun juga tertangkap oleh pasukan istana.

Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak nyaris berhasil mendapatkan Mutiara Sakti dan Batu Hitam setelah mengancam akan membakar Monyet Wanara di hadapan Ciung Wanara. Namun dengan cerdik, akhirnya Ciung dan Monyet Wanara berhasil mengadu domba Ki Parang Bumi dengan Nyi Kluwak.
Cemburu melihat perhatian Pradasbahu kepada Rukmini, maka Widari diam-diam bersekongkol dengan Puspita alias Peri Hitam berusaha menyingkirkan Rukmini. Namun sekali lagi usaha mereka berdua menemui kegagalan.

Dewi Pohaci meminta dukungan kepada para warga Sunda Galuh agar dia dan Anjing Lemur bisa diterima kembali di istana Sunda Galuh. Di saat yang sama, diam-diam Garbapati berusaha mengancam akan menyerang warga yang memberi dukungan kepada Dewi Pohaci.

Apa yang akan dilakukan ketika Dewi Pohaci dan Anjing Lemur mendengar ancamamn Garbapati itu?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 21

Peri Hitam dan Tong Jadal yang mengetahui bahwa Dewi Pohaci dan Anjing Lemur tinggal di sebuah gua, kemudian segera melaporkan hal ini kepada Irmantara, demi mendapat imbalan. Sementara itu, di sebuah goa yang terpencil, Ciung Wanara menemukan sebuah kecapi dan membawanya pulang.

Irmantara, Dewi Pangreyep dan Tong Jadal benar-benar menyerbu goa tempat Dewi Pohaci tinggal. Namun mereka harus pulang membawa kegagalan, Ciung dan Monyet Wanara datang disaat yang tepat, membantu Dewi Pohaci menghadapi serangan Irmantara cs.

Peri Hitam dan Tong Jadal yang mengetahui bahwa Dewi Pohaci dan Anjing Lemur tinggal di sebuah gua, kemudian segera melaporkan hal ini kepada Irmantara, demi mendapat imbalan. Sementara itu, di sebuah goa yang terpencil, Ciung Wanara menemukan sebuah kecapi dan membawanya pulang.

Merasa tidak aman tinggal di goa, kemudian atas bantuan Ayu Kendari maka Dewi Pohaci dan Anjing Lemur kini bisa tinggal di salah satu gudang di kadipaten Karang Kamulyan, wilayah kekuasaan Pradasbahu. Terus menerus didesak Puspita/Peri Hitam agar menyerahkan Mutiara Sakti, berkat akal cerdik Monyet Wanara, kemudian Ciung Wanara memberikan Mutiara Sakti kepada Puspita/Peri Hitam.

Namun Mutiara yang diserahkannya adalah Mutiara Sakti yang Palsu. Demi keamanan, selanjutnya Ciung Wanara mengembalikan Mutiara Sakti Emas dan Perak untuk disimpan di istana Dunia Peri.Tak sengaja, Cakra Unggul menemukan Kinar Dewi yang ternyata masih selamat. Cakra Unggul kemudian menyerahkan Kinar Dewi kepada Tumenggung Pradasbahu demi mendapat imbalan berupa keping emas.

Apa yang akan terjadi pada Kinar Dewi setelah berada di tangan Tumenggung Pradasbahu?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 22

Mengetahui bahwa Dewi Pohaci dan Anjing Lemur berada di kadipaten itu, maka Dewi Pangreyep dengan bantuan Puspita/Peri Hitam, Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak segera berusaha membunuhnya.

Disaat harga diri dan kehormatan Dewi Pohaci terancam oleh Dewi Pangreyep, berkat doa dari Anjing Lemur mendadak muncul Keris Cantaka, terbang ke tempat mereka. Kesaktian Keris Cantaka mampu menggagalkan usaha Dewi Pangreyep cs, bahkan membuat mereka semua babak belur.

Suatu ketika Hariang Banga terkejut mengetahui kenyataan bahwa dia adalah keturunan dari raksasa, apalagi kini tubuhnya tumbuh membesar sebagaimana wujud raksasa. Istana Sunda Galuh menjadi heboh dengan kemunculan Raksasa Hariang Banga. Satu-satunya yang bisa mengatasi kekuatan Raksasa Hariang Banga adalah kesaktian Keris Cantaka.

Berkat bantuan Bayuni, kemudian Monyet Wanara berhasil menyelamatkan Ningrum dan Sasanti, ibu dan adik kandung Kirana Sari yang saat itu terancam akan dibunuh oleh pasukan Irmantara.

Akhirnya dari pengakuan dari Dewi Pohaci dan Kirana Sari, terbongkarlah semua tindak kejahatan yang telah dilakukan Dewi Pangreyep dan Irmantara selama ini. Prabu Barma Wijaya kemudian dengan tegas mengusir Dewi Pangreyep dan Irmantara keluar dari wilayah Sunda Galuh.

Sementara itu Monyet Wanara akhirnya menyadari bahwa cinta Kirana Sari kepadanya ternyata tidak bisa dipaksakan, setelah melihat Kirana Sari diam-diam menyimpan perasaan suka kepada Aji Saka. Di sisi lain, Bayuni berusaha mendapatkan cinta Monyet Wanara.

Bagaimana caranya Bayuni mendapatkan cinta Monyet Wanara itu?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 23

Suatu ketika Ciung Wanara sekarat akibat terluka tusukan belati Cakra Unggul. Namun berkat Kecapi Misterius miliknya, nyawa Ciung Wanara terselamatkan. Namun begitu, nyawa Ciung Wanara masih terancam oleh Harimau jelmaan Garbapati. Akhirnya Aki dan Nini Balagantrang, Monyet Wanara serta si Jago berhasil menemukan dan menyelamatkan Ciung Wanara dari ancaman Harimau jelmaan Garbapati.
Menyusup ke dalam istana Sunda Galuh demi membalas dendam atas pengkhianatan Kirana Sari, maka Dewi Pangreyep, Irmantara, Ki Parang Bumi serta Nyi Kluwak harus berhadapan dengan Aji Saka dan Kirana Sari dan pasukan istana. Apalagi kemudian muncul Monyet Wanara membantu Kirana Sari.

Aji Saka, Kirana Sari dan Monyet Wanara pada akhirnya berhasil mengusir musuh-musuh mereka kabur dari istana Sunda Galuh, dengan membawa kekalahan. Namun kekalahan tidak membuat Dewi Pangreyep cs menjadi jera.

Dewi Pangreyep cs mulai menyerang warga desa, dan mengancam akan membunuh semua warga desa jika Barma Wijaya tidak segera mengusir Kirana Sari dari istana Sunda Galuh. Kirana Sari, Ningrum dan Sasanti yang tidak ingin mengorbankan nyawa para warga desa, kemudian nekad kabur dari istana.

Diluar istana, Dewi Pangreyep cs dengan mudahnya berhasil menangkap Kirana Sari, ibu dan adiknya. Saat nyawa mereka bertiga terancam akan dibunuh, mendadak muncul Ciung Wanara, Aki dan Nini Balagantrang menyelamatkan mereka. Namun malangnya, nyawa Ningrum ibu Kirana Sari tidak terselamatkan. Di sisi lain, Tong Jadal dan Peri Hitam berusaha memusnahkan Kecapi Misterius milik Ciung Wanara.

Berhasilkah upaya Tong Jadal dan Peri Hitam untuk memusnahkan Kecapi Misterius itu?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 24

Dengan cara licik Garbapati berhasil meyakinkan para warga desa bahwa Harimau Siluman yang selama ini mengancam mereka adalah jelmaan dari Tumenggung Pradasbahu. Namun siasat licik Garbapati ini kemudian dikacaukan dengan munculnya Ciung Wanara, Aki dan Nini Balagantrang. Meskipun begitu, nyawa Pradasbahu masih terancam oleh Garbapati yang sengaja ingin merampas tahta Kadipaten Karang Kamulyan dari kekuasaan Pradasbahu.

Sementara itu atas perintah Irmantara dan Dewi Pangreyep, akhirnya Peri Hitam dan Tong Jadal berhasil menculik Sasanti, adik Kirana Sari. Beruntung, Mayang/Bayuni muncul disaat yang tepat, menyelamatkan Sasanti. Saat warga yang mendukung dan menentang Pradasbahu saling bertikai, Ciung Wanara mampu menghentikan pertikaian, bahkan kemudian untuk sementara para warga setuju jika Ciung Wanara memimpin Kadipaten Karang Kamulyan. Ciung Wanara pun resmi dinobatkan menjadi Tumenggung Karang Kamulyan.
Mayang/Bayuni harus kecewa sekali lagi, karena Kirana Sari akhirnya bersedia menikah dengan Monyet Wanara, sesuai dengan amanah ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara itu, untuk menggalang kekuatan baru, Irmantara dan Dewi Pangreyep menyusup ke wilayah Kadipaten Bumi Galengan yang merupakan musuh bebuyutan dari Kadipaten Karang Kamulyan, selanjutnya bekerja sama dengan Tumenggung Wira Tanu, penguasa Bumi Galengan.

Kerja sama macam apa antara Irmantara dan Dewi Pangreyep dengan Tumenggung Wira Tanu itu?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 25

Hariang Banga susah mengendalikan emosinya, dan itu berarti melanggar pantangannya. Tiap kali Hariang Banga marah, maka wujudnya akan berubah menjadi raksasa. Saat berubah ke wujud raksasa, Hariang Banga harus bertahan dari serangan para pasukan istana Sunda Galuh.

Sementara itu Dewi Pangreyep dan Irmantara yang menyusup ke istana Sunda Galuh, kemudian tertangkap dan dipenjarakan. Beberapa waktu kemudian, dengan wujudnya sebagai raksasa, Hariang Banga berhasil membantu Irmantara dan Dewi Pangreyep kabur dari tahanan.

Di istana Sunda Galuh, Hariang Banga merasa kerepotan dalam menjaga rahasia jati dirinya yang sebenarnya, agar tidak diketahui oleh Prabu Barma Wijaya.

Peri Hitam terpaksa membuka rahasia penyamarannya kepada Cakra Unggul cs, saat Cakra Unggul cs ingin menghabisi nyawa Puspita, ibu Ciung Wanara. Bahkan kemudian Peri Hitam dan Cakra Unggul cs bersekongkol. Permusuhan antara Ciung Wanara dengan Wira Tanu, mantan Tumenggung Kadipaten Bumi Galengan sampai ke telinga Barma Wijaya. Pada akhirnya Barma Wijaya memutuskan, Ciung Wanara harus menarik pasukannya dari wilayah Bumi Galengan.

Puspita/Peri Hitam bermaksud meracuni Aki dan Nini Balagantrang, namun salah sasaran. Justru Tong Jadal lah yang keracunan akibat makanan buatan Puspita/Peri Hitam. Di tempat lain, ternyata diam-diam cinta Ciung Wanara diperebutkan oleh tiga gadis sekaligus, yaitu Ayu Kendari, Kinar Dewi dan Sasanti.

Akankah Ciung Wanara mematuhi perintah Barma Wijaya untuk menarik pasukannya?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 26

Akhirnya Ciung Wanara mampu menangkap Harimau yang selalu membuat teror warga desa, dan dengan demikian terbuktilah bahwa Harimau itu bukanlah jelmaan dari Tumenggung Pradasbahu seperti yang dituduhkan selama ini. Namun kemudian Harimau bisa kabur dari tahanan berkat bantuan Raja Harimau.
Dari pengakuan Cakra Unggul, kemudian Pradasbahu dan Ciung Wanara mengetahui bahwa Harimau Siluman adalah jelmaan dari Garbapati. Peri Putih dan Dayang Gumintang kemudian berhasil membongkar penyamaran Peri Hitam sebagai Puspita, ibu kandung Ciung Wanara. Dalam pertarungan sengit , Peri Hitam harus bersusah payah melawan Peri Putih, Gumintang serta Ciung Wanara. Disaat Peri Hitam nyaris tertangkap, muncul Harimau jelmaan Garbapati menyelamatkannya.

Bersekutu dengan Garbapati, kemudian Peri Hitam berhasil merebut Cermin Bodas senjata pusaka milik Peri Putih. Dengan Cermin Bodas di tangan, maka semakin mudah memburu dan melacak keberadaan Peri Putih cs.

Kirana Sari mengajukan syarat kepada Monyet Wanara agar bisa menikah dengannya, yaitu Monyet Wanara harus merubah wujudnya menjadi manusia.

Apakah Monyet Wanara bisa memenuhi syarat Kirana Sari agar bisa menikahinya?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 30

Lemur bersama dengan Gumintang pergi mencari adiknya untuk dipertemukan dengan orang tuanya Brama Wijaya dan Pohaci. Tapi ditengah jalan bertemu dengan Ki Parang Bumi dan Gumintang ditawan olehnya.
Ciung Wanara sendiri terjebak di dalam ruang keris Istana Galuh dan berusaha menghindari tangkapan Irmantara, Nyi Kluwak dan Hariang Banga. Meski Ciung Wanara tidak terlihat oleh mereka berkat mutiara emas yang ada di tangannya tapi kehadirannya sebagai penyusup dirasakan oleh Irmantara dan Hariang Banga.

Bahkan akhirnya kaki Ciung Wanara juga terjebak oleh mantra hingga tidak bisa bergerak meski Ia masih tidak terlihat oleh mereka. Karena terdesak akhirnya Ciung menyerah serta memberikan mutiara emas yang dibawanya ke mereka.

Hariang Banga sudah memegang mutiara emas tapi tidak bisa memakainya hingga memaksa Ciung mengatakan rahasianya tapi Ciung mau memberitahukan caranya asal ditukar dengan keris Cantaka.

Ki Parang Bumi yang menangkap Gumintang bermaksud mengawininya hingga membuat Lemur segera mencari Nyi Kluwak agar bisa mencegah tindakan Ki Parang Bumi. Dan Lemur berhasil dengan rencananya.
Nyi Kluwak mengetahui keberadaan Ki Parang Bumi yang pura-pura mati agar bisa menikahi Gumintang. Membuat Nyi Kluwak menjadi marah. Saat itulah Lemur dan Gumintang melarikan diri, tapi mereka berhasil ditangkap kembali oleh Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak.

Ciung Wanara akhirnya dibebaskan oleh Irmantara dengan membawa keris Cantaka palsu. Tanpa disadari Ciung jika keris yang dibawanya itu palsu padahal hendak diberikan kepada Barma Wijaya. Rupanya Irmantara hendak menjebak Barma Wijaya dengan keris palsu tersebut.

Apa yang akan terjadi setelah Barma Wijaya mendapati bahwa keris Cantaka yang diberikan Ciung itu ternyata palsu? Bagaimana pula nasib Lemur dan Gumintang selanjutnya setelah kembali berada di tangan Ki Parang Bumi dan Nyi Kluwak?

Sinopsis Ciung Wanara Episode 31

Peri Putih menyusup ke Istana untuk membebaskan Ciung Wanara dan Lemur yang berada di penjara tapi justru Peri berhasil ditangkap oleh Hariang Banga yang tak terlihat mata berkat mutiara emas. Dan Peri Putih ditangkap serta dimasukkan ke dalam botol.

Gumintang sendiri berusaha melarikan diri dari Nyai Kluwak agar bisa bertemu dengan Ciung tapi justru ketahuan Ki Parang Bumi hingga akhirnya Gumintang berpura-pura mau dinikahi oleh Ki Parang Bumi asal dibawa ke Goa Raksasa. Hal ini disetujui oleh Ki Parang Bumi.

Sesampainya di Goa Raksasa, Gumintang meminta Ki Parang Bumi untuk bisa memiliki ilmu agar bisa mempunyai badan sebesar raksasa. Hal ini disetujui karena Gumintang mau menikahinya jika Ki Parang Bumi bisa memenuhi permintaannya. Tapi ternyata Gumintang mengingkarinya ketika berhasil memiliki ilmunya dan berhasil kabur.

Gumintang pergi menemui Barma Wijaya serta Pohaci dan menceritakan kepada mereka kalau Ciung Wanara adalah anak mereka yang selama ini dicari. Kemudian Barma Wijaya mengendap masuk ke istana untuk menemukan Ciung. Tapi justru Barma Wijaya tertangkap oleh Irmantara dan Nyi Kluwak dan akan dihukum gantung.

Gumantara dan Pohaci yang mendengar kabar tersebut dari warga merencanakan untuk membebaskan Barma Wijaya dengan mengandalkan Ilmu Raksasa Gumintang. Di sisi lain, Garbapati, Tong Djadal, Cakra Unggul dan Peri Hitam berusaha melanjutkan permainan dengan dadu agar bisa keluar dari kurungan di dalam Goa. Dan mereka harus mengalami peristiwa yang tidak terduga untuk bisa keluar dari Goa.
Lemur dan Ciung Wanara berhasil meloloskan diri dari penjara dan segera bergegas membebaskan Barma Wjaya yang akan dihukum. Di sana bertemu dengan Pohaci dan Gumintang yang sedang terdesak oleh Irmantara yang tidak terlihat dan Hariang Banga.

Disaat yang lain Peri Putih juga berhasil melepaskan diri juga dari sekapan botol tersebut dan sekaligus merebut mutiara emas dari tangan Irmantara. Pohaci yang terluka oleh Irmantara dibawa pergi oleh Gumintang. Dan dibawa ke tabib tapi justru tabib tersebut melaporkan keberadaan mereka ke Irmantara dan Hariang Banga hingga mereka menangkap Pohaci dan membawanya pergi bersama Nyi Kluwak dan Ki Parang Bumi.

Apa yang akan terjadi pada nasih Pohaci selanjutnya setelah ditangkap musuh? Bagaimana pula nasib Ciung Wanara dan kawan-kawannya?

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.indosiar.com/
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

0 comments :

Online Visitors

Thank you for dropping by