Sunday, March 6, 2011

Sinopsis Episode 2 - 44 Sinetron Surga Untukmu mulai Augustus 2010 di Indosiar



Sinopsis Global

Kepulangan Fahmi ke tanah air sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga Kyai Hasan Al Habsyi. Selain karena Fahmi anak satu-satunya dari keluarga itu, dia juga merupakan kebanggaan keluarga karena berhasil menyelesaikan beasiswa di Kairo. Ia diharapkan bisa menjadi penerus pesantren Al Muarofah yang dipimpin ayahnya.

Namun dalam perjalanan pulang menuju kampungnya, Fahmi bertemu dengan Halimah, seorang janda beranak 3 yang sedang diusir dari rumah kontrakannya. Halimah juga dikejar-kejar oleh rentenir, karena belum melunasi utangnya. Fahmi segera menolong dan membawa Halimah dan anak-anaknya ke rumah. Terjadilah kegemparan dalam keluarga Kyai Hasan. Kyai Hasan menyuruh Fahmi memulangkan Halimah, namun Fahmi menolak karena dia merasa wajib menolong dan menampungnya di pesantren.

Sang rentenir yang marah akhirnya memanasi warga kampung dengan memfitnah Halimah dan Fahmi. Halimah makin terpojok, hidupnya penuh hinaan dan penderitaan. Fahmi yang melihat itu akhirnya memutuskan menikahi Halimah, agar hidup Halimah dan anak-anaknya menjadi terhormat dan terjamin. Tentu saja Kyai Hasan tidak setuju dengan keputusan itu. Ia sudah menjodohkan Fahmi dengan Ranun, yaitu anak dari kyai Syaripudin, sahabat Kyai Hasan, yang juga pemilik pesantren.

Namun Fahmi bersikukuh. Baginya menikahi Halimah adalah ibadah, lagipula dia berpegangan pada sunnah rosul. Sejalan dengan waktu, rasa kasihan dan iba Fahmi pada Halimah berubah menjadi sayang dan cinta. Fahmi pun akhirnya menolak menikahi Ranun, karena dia sudah jatuh cinta pada Halimah. Ranun yang diam-diam mencintai Fahmi pun sangat kecewa, dia jatuh sakit. Kyai Syaripudin, ayahnya, lalu menyalahkan Kyai Hasan.

Apakah yang akan terjadi dengan pernikahan Fahmi dan Halimah? Akankah Kyai Hasan diam saja akan keputusan Fahmi?

Drama keluarga yang menyentuh ini akan bisa disaksikan dalam serial drama “Surga Untukmu” di Indosiar.

Global Synopsis

Kyai Hasan Al Habysi 's family anxiously await Fahmi's return to his homeland. Besides the fact that Fahmi is the only child in the family, he is also their pride because he succeeded in getting a scholarship to Cairo. It is their hope that he could continue with the Al Muarofah school of Koranic studies which is led by his father.

On his journey back home, Fahmi meets Halimah, a widow with three children, being thrown out of the house she had rented. She was also chased by the moneylenders as she had not settled her debts. Fahmi helps her and brings her along with her children to his house. An uproar arises in the Kyai Hasan household over this. Kyai Hasan orders Fahmi to return Halimah to her house but he refuses because he wants to help her stay at their boarding school.

The moneylender is angry and finally makes the whole village furious at Halimah and Fahmi by being slanderous. Halimah feels cornered, her life has been full of indignity and suffering. Seeing this, Fahmi finally decides to marry her so that she and her children can live a life of respect and security. Obviously, Kyai Hasan doesn't approve of this decision. He has already arranged for Fahmi to get married to Ranun, daughter of Kyai Syaripudin, a friend of Kyai Hasan and also the owner of the boarding school.

But Fahmi is adamant. According to him, marrying Halimah is the right thing to do and he has faith in his prophet's teachings. In time, the pity and compassion that he feels towards Halimah changes into love. He finally refuses to marry Ranun because he has fallen in love with Halimah. Ranun,who is in love with Fahmi, is very disappointed and she falls sick. Kyai Syaripudin, her father, blames Kyai Hassan for this.

What will happen with Fahmi and Halimah's marriage? Will Kyai Hassan accept Fahmi's decision?

This touching family drama, "Surga Untukmu", can be watched in Indosiar.
source: http://www.mdentertainment.net/

SINOPSIS
Surga Untukmu
Tayang: 11-Aug-2010 18:00 WIB

-Kepulangan Fahmi ke tanah air sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga Kyai Hasan Al Habsyi. Selain karena Fahmi anak satu-satunya dari keluarga itu, dia juga merupakan kebanggaan keluarga karena berhasil menyelesaikan beasiswa di Kairo. Ia diharapkan bisa menjadi penerus pesantren Al Muarofah yang dipimpin ayahnya.

Namun dalam perjalanan pulang menuju kampungnya, Fahmi bertemu dengan Halimah, seorang janda beranak 3 yang sedang diusir dari rumah kontrakannya. Halimah juga dikejar-kejar oleh rentenir, karena belum melunasi utangnya. Fahmi segera menolong dan membawa Halimah dan anak-anaknya ke rumah. Terjadilah kegemparan dalam keluarga Kyai Hasan. Kyai Hasan menyuruh Fahmi memulangkan Halimah, namun Fahmi menolak karena dia merasa wajib menolong dan menampungnya di pesantren.

Sang rentenir yang marah akhirnya memanasi warga kampung dengan memfitnah Halimah dan Fahmi. Halimah makin terpojok, hidupnya penuh hinaan dan penderitaan. Fahmi yang melihat itu akhirnya memutuskan menikahi Halimah, agar hidup Halimah dan anak-anaknya menjadi terhormat dan terjamin. Tentu saja Kyai Hasan tidak setuju dengan keputusan itu. Ia sudah menjodohkan Fahmi dengan Ranun, yaitu anak dari kyai Syaripudin, sahabat Kyai Hasan, yang juga pemilik pesantren.

Namun Fahmi bersikukuh. Baginya menikahi Halimah adalah ibadah, lagipula dia berpegangan pada sunnah rosul. Sejalan dengan waktu, rasa kasihan dan iba Fahmi pada Halimah berubah menjadi sayang dan cinta. Fahmi pun akhirnya menolak menikahi Ranun, karena dia sudah jatuh cinta pada Halimah. Ranun yang diam-diam mencintai Fahmi pun sangat kecewa, dia jatuh sakit. Kyai Syaripudin, ayahnya, lalu menyalahkan Kyai Hasan.

Apakah yang akan terjadi dengan pernikahan Fahmi dan Halimah? Akankah Kyai Hasan diam saja akan keputusan Fahmi?

Drama keluarga yang menyentuh ini akan bisa disaksikan dalam serial drama “Surga Untukmu” di Indosiar.
sumber: http://www.indosiar.com/

Cast

Tamara Bleszynski , Zumi Zola , Dhini Aminarti , Dwi Yan , Ayu Diah Pasha , Leroy Osmani , Baron Hermanto , Ferdi Ali , Shasya Yunisha , Junior Leonardo , Shirin Amarain

Episode 02, Selasa, 10 Agustus 2010

Kyai Hasan menyerahkan kotak kepada Kyai Syarifuddin, kemudian menjelaskan bahwa kotak tersebut adalah mas kawin dari Fahmi untuk pernikahannya.

Dokter menjelaskan kondisi Halimah dan bayinya baik-baik saja. Warga kampung kaget saat mendengar hal tersebut dan Fahmi harus bertanggung jawab untuk semua itu.

Episode 03, Rabu, 11 Agustus 2010

Penghulu sudah menjabat tangan Fahmi, sedangkan Halimah yang ada di sampingnya hanya tertunduk menangis memeluk anak-anaknya. Ranun yang baru saja berjalan beberapa langkah terkejut mendengar kata kata Fahmi. Dia berhenti, kakinya terasa kaku untuk melangkah.

Kyai Hasan yang mendengar pernikahan tersebut tidak bisa menerima dan merestui pernikahan tersebut.

Ranun bertanya-tanya kenapa Fahmi menyakiti hatinya dengan menikahi Halimah. Siti Rahma menyadarkan Kyai Hasan dengan memberikan penjelasan bahwa Fahmi sudah menjalankan ajaran agama dengan menikahi Halimah.

Episode 04, Kamis, 12 Agustus 2010

Kyai Syarfudin tidak mengijinkan Fahmi untuk bertemu dengan Ranun apabila dia hanya ingin menyakiti hati Ranun.

Semua sudah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan Ranun dan Fahmi. Tetapi Ranun masih terbaring di ranjangnya, namun wajahnya nampak senang. Kyai Hasan dan Kyai sayarifudin menebarkan senyum bahagia.

Halimah terperanjat kaget, syok saat mengetahui Pudin akan menjualnya kepada laki-laki lain.

Episode 05, Jumat, 13 Agustus 2010

Fahmi membawa Halimah ke kamar dan memintanya untuk tidak mengulangi berjualan kue yang bisa membahayakan keselamatannya. Dia minta Halimah mempercayakan semuanya pada dia. kpkarena sebagai suami, dia akan berusaha semampu dia untuk menghidupi keluarganya.

Fahmi khawatir terhadap kondisi kandungan Halimah, dia lalu memeriksa perut Halimah. Hal itu dilihat Ranun dan Rubiah yang baru pulang belanja untuk keperluan pesantren. Ranun cemburu karena di matanya Fahmi dan Halimah terlihat mesra.

Episode 06, Sabtu, 14 Agustus 2010

Ranun menjelaskan kepada Rubiah bahwa Fahmi tidak akan pernah membuang dirinya karena Ranun akan segera hamil.

Rentenir dan anak buahnya kaget, mereka langsung melongok dan kaget melihat polisi yang ada di hadapan mereka.

Halimah terus memegangi perutnya, wajahnya pun memerah menahan sakit. Nisa dan Bilal melihat itu kebingungan.

Episode 07, Minggu, 15 Agustus 2010

Aisyah terpeleset dan Malik reflek menangkap bahu Aisyah. Malik berhasil menangkap Aisyah. Aisyah yang kaget, menatap Malik. begitu juga sebaliknya. mereka saling tatap sesaat, sampai akhirnya Aisyah tersadar. dia buru-buru melepaskan diri.

Pak Umar menjelaskan kepada kyai Hasan bahwa Bilal memecahkan kaca jendela rumah dengan sleptan. kyai Hasan dan Siti Rahma terkejut.

Rubiah menjelaskan kepada Ranun bahwa kalau Ranun tetap nekad pertahanin Halimah sama Fahmi, Rubiah jamin Ranun akan menyesal karena Ranun yang nantinya akan tersingkir jadi istrinya Fahmi

Episode 08, Senin, 16 Agustus 2010

Ranun memapah Halimah yang tertunduk sakit masuk ke dalam mobilnya. Namun Rubiah berusaha menghalangi niat Ranun untuk menolong Halimah karena menurut Rubiah, Halimah hanya berpura-pura.

Ranun masuk ke dalam kamarnya, dia menutup pintu kamar dan langsung bersandar pada pintu itu dengan sedih. Ranun merasa bahwa Fahmi lebih mencintai Halimah ketimbang dirinya. Namun buru-buru Ranun menepis perasaan cemburunya pada Halimah.

Episode 09, Selasa, 17 Agustus 2010

Antara Fahmi dan Ranun terjadi kesalahanpahaman. Fahmi mengira Ranun telah memukul Halimah, padahal Ranun tidak sengaja.

Akhirnya Ranun pergi kerumah ayahnya, Kyai Syarifudin. Ranun menolak pulang ke rumah karena dirinya merasa Fahmi terlalu memihak pada Halimah.

Episode 10, Rabu, 18 Agustus 2010

Siti Rahma, Bilal dan Nisa tampak sedih sambil duduk dan berdoa untuk kesembuhan ibunya. Sementara diam-diam, Kyai Hasan melihat itu dari pintu kamar. Wajah Kyai Hasan jadi sedih.

Di meja operasi, terlihat Halimah yang tengah berbaring dengan mata terpejam rapat. Sementara dokter dan para perawat yang menanganinya tampak sibuk melakukan operasi.

Sementara itu, Kyai Hasan bersama para santrinya tengah mengaji untuk kesembuhan Halimah. Mereka dengan khusyuk membaca surat Yasin.

Episode 11, Kamis, 19 Agustus 2010

Halimah sudah dibaringkan kembali ke tempat tidurnya. Dia masih belum sadar. Sementara dokter tengah mengobati luka Halimah.

Fahmi menjadi imam sholat maghrib untuk para istrinya. Halimah sholat sambil berbaring menghadap kiblat sedangkan Ranun sholat seperti biasa.
Mereka nampak begitu khusuk. Sampai akhirnya Fahmi menyelesaikan sholatnya dan berdoa

Episode 12, Jumat, 20 Agustus 2010

Siti Rahma dan Fahmi masuk ke ruang perawatan Kyai Hasan yang belum sadarkan diri. Siti Rahma langsung memegang tangan Kyai Hasan sambil menangis.

Fahmi dan teman-temannya memeriksa seluruh gudang yang sebagian sudah terbakar, mereka mencari benda yang bisa di anggap penyebab kebakaran dengan teliti.

Episode 13, Sabtu, 21 Agustus 2010

Seluruh keluarga Kyai Hasan berkumpul. Kyai Hasan terlihat sangat senang. Dia langsung bersujud syukur. Semua yang ada di situ menatap dan ikut senang.

Halimah melihat Fahmi yang masih memegang perut Ranun sambil bersalawat. ada satu perasaan cemburu di hati Halimah, namun Halimah segera menepis.

Episode 14, Minggu, 22 Agustus 2010

Rubiah berkata bohong di depan Fahmi, dengan mengatakan bahwa Halimah dan Ranun sedang bertengkar hebat. Rubiah juga mengatakan bahwa kemungkinan Halimah akan berbuat jahat pada Ranun.

Sementara itu, di dalam taksi, Halimah dan Ranun sedang duduk bersama. Halimah berusaha memberi semangat pada Ranun untuk berkata yang sejujurnya pada Fahmi, bahwa sebenarnya Ranun tidak sedang hamil.

Episode 15, Senin, 23 Agustus 2010

Rubiah menyodorkan HP yang memperlihatkan Halimah dan Ranuh berpelukan, Fahmi bingung. Kemudian Rubiah menjelasakan Ranun dan Halimah berpelukan mesra sebagai tanda saling cinta tetapi bukan cinta biasa melainkan cinta sesama jenis. Fahmi kaget.

Rubiah muncul dan sempat melihat Halimah yang masuk ke kamar Ranun membawa gelas ramuan di tangannya. Wajah Rubiah menatap tajam penuh curiga.

Episode 17, Rabu, 25 Agustus 2010

Ranun terkejut melihat kemesraan Fahmi dan Halimah yang masih saja berpelukan sementara mereka berdua tidak sadar akan keberadaan Ranun.

Hasan meminta Fahmi untuk memberikan perhatian yang lebih kepada Ranun, misalkan dengan pergi berduaan saja untuk membahagiakan Ranun.

Halimah berusaha mengatasi rasa cemburu terhadap kedekatan Ranun dan Fahmi, karena Halimah merasa dirinya orang yang beruntung Fahmi sudah mau menikahinya dan Ranun menerima keadaannya.

Episode 18, Kamis, 26 Agustus 2010

Fahmi tampak kaget saat membaca medical record milik Ranun yang menyatakan Ranun mengalami keguguran karena ada miom di dalam rahimnya.

Rubiah mengetahui semua rahasia Ranun dan berencana menceritakannya kepada Kyai Hasan.

Fahmi menjelaskan kepada Ranun bahwa mereka harus berterus terang kepada orang tua mereka.

Episode 19, Jumat, 27 Agustus 2010

Rubiah mendatangi kamar Fahmi kemudian dengan sengaja tidur di sisinya, dan ketika Ranun selesai sholat Subuh, alangkah kagetnya ia mendapat Rubiah sudah tidur di sisi suaminya! Ranun marah besar dan menyeret Rubiah keluar kamar.

Rubiah menyatakan perasaan cintanya yang melebihi cinta Ranun dan Halimah kepada Fahmi.

Rubiah panik dan berusaha merebut HP Ranun. Rubiah mendorong Ranun dan tubuh Ranun pun jatuh ke lantai. Ranun jatuh terkapar pingsan dan bersimbah darah.

Episode 20, Sabtu, 28 Agustus 2010

Fahmi menjelaskan kepada Kyai Kyarifudin dan Kyai Hasan bahwa dirinya tidak bersalah dan saat ini dia memerlukan Ranun sebagai saksi.

Operasi yang dijalani oleh Ranun sudah berjalan dengan lancar dan mereka menunggu perkembangan kesehatannya.

Rubiah sangat senang saat Fahmi didesak untuk bertanggung jawab dan segera menikahi Ranun.

Episode 21, Minggu, 29 Agustus 2010

Dokter menjelaskan kepada Halimah bahwa mereka tidak dapat memperkirakan kapan Ranun akan sadar.

Tangan Rubiah mengarah ke leher Ranun seolah hendak mencekiknya.

Atas perbuatan yang dilakukannya, Fahmi mendapatkan hukuman yaitu tidak mendapatkan fasilitas apapun dari pondok pesantren.

Episode 22, Senin, 30 Agustus 2010

Halimah nampak sedih dan terpukul memikirkan Fahmi yang harus diasingkan ke tempat kumuh. Sementara Fahmi, di luar sana hidup dengan sengsara, tidur di luar tanpa atap dan tidak beralaskan apapun.

Episode 24, Rabu, 01 September 2010

Nyawa Ranun hampir tidak tertolong karena Halimah yang di anggap lalai menjaga Ranun. Syarifudin ingin membawa Ranun kembali ke rumah sakit setelah mendapat hasutan dari Rubiah.

Sementara itu, Fahmi di tempat kumuh mulai diakui masyarakat dan diterima. Dia mendapat ide untuk membajak sawah di tanah yang subur dan masyarakat percaya dengan omongan Fahmi.

Episode 25, Kamis, 02 September 2010

Hasan nyaris saja menabrak Ranun di kursi rodanya yang meluncur. Hasan membanting setir dan mobil itu akhirnya menabrak tembok.

Fahmi di kampung kumuh berhasil membuat mereka senang bekerja untuk mereka sendiri. Orang di sekitar kampung merasa senang dengan keberadaan Fahmi di tempat mereka.

Rubiah mau mengerjai Ranun. Pertama dengan mencampur lotion milik Ranun dengan serbuk gatal. Lalu juga mengajak Bilal dan Nisa untuk menyalakan lilin kue tart ultah.

Episode 26, Jumat, 03 September 2010


Rubiah syok ketika mendengar Ranun teriak, tapi saat Halimah dan semua keluarga bergegas datang ke kamar, Rubiah langsung bersandiwara dan cuma diam seperti kembali ke masa komanya.

Pada satu kesempatan, Malik datang ke kampung kumuh. Di sana ia melihat Fahmi yang hampir pingsan karena terlalu lelah bekerja.

Episode 28, Minggu, 05 September 2010

Halimah syok saat mendengar Fahmi mau menikahi Rubiah, dia tidak bisa menerimanya, dia merasa sedih karena menurutnya itu hanya akal-akalan Rubiah saja.

Sementara itu, Fahmi dan Malik tidak menyadari saat ada pria yang menumpang ke mobilnya, yaitu Arfan, adalah laki-laki yang pernah menolong Ranun.

Halimah dan Aisyah berusaha mencari Ranun, Halimah sangat yakin Ranun masih hidup ketika Haliman menemukan cincin Ranun.

Episode 29, Senin, 06 September 2010

Halimah meminta Rubiah untuk tidak terlalu percaya diri tetapi Rubiah meyakinkan Halimah bahwa dirinya bisa menjadi orang yang lebih baik dari Ranun.

Widji menceritakan kepada Halimah dan Rubiah bahwa ada seorang perempuan berjilbab korban kecelakaan yang ditemukan di sebuah desa dan cirri-cirinya seperti Ranun.

Episode 30, Selasa, 07 September 2010

Halimah membuat Rubiah tidak bisa berkutik lagi karena Widji sudah menceritakan kejadiaan yang sebenarnya.

Halimah menjelaskan kepada Fahmi bahwa Rubiah sudah bersedia menceritakan semua kejadian yang sebenarnya kepada seluruh keluarga.

Episode 31, Rabu, 08 September 2010

Ranun berusaha melarikan diri dari kejaran Rubiah dan akhirnya dia berhasil.

Halimah mengingatkan Rubiah untuk tidak menyakiti Ranun. Kemudian Rubiah mengingatkan Halimah untuk tidak mencampuri pernikahannya dengan Fahmi apabila menginginkan Ranun selamat.

Episode 32, Kamis, 09 September 2010

Fahmi mengusulkan untuk silahturami bersama di kampung. Semua setuju. Fahmi meminta Halimah mengundang orang yang menyelamatkan Ranun.

Pada saat makan bersama Fahmi, Arfan mengenali Andi kemudian mengejarnya. Namun dengan licik, Andi berhasil melarikan diri, dan ternyata Andi adalah suruhan Rubiah.

Episode 33, Jumat, 10 September 2010

Acara silaturahmi itu menjadi petaka ketika Andi disuruh Rubiah menaburkan racun ke dalam makanan warga kampung. Arfan dan Boni mengejar Andi, tapi malang Andi malah tertabrak truk dan pingsan.

Rubiah pulang ke rumah orang tua kandungnya dan disambut baik oleh Harun, ayahnya, yang mengira ia sudah berubah jadi anak yang sholehah. Rubiah berakting di depan ayahnya.

Episode 34, Sabtu, 11 September 2010

Bilal dibawa ke rumah sakit dengan panik. Untunglah Bilal selamat.

Arfan akhirnya mengetahui kalau Ranun adalah isteri Fahmi. Dia pun patah hati.

Sementara itu Ranun akhirnya bisa berjalan lagi dengan bantuan Halimah. Namun dimulailah cemburu-cemburu kecil di antara mereka.

Episode 35, Minggu, 12 September 2010

Fahmi terperanjat kaget ketika menerima telepon yang mengatakan bahwa ladangnya telah dijual. Dan yang membuat warga marah, di dalam dokumen itu tertera tanda tangan Fahmi. Padahal, dia, Ranun dan Halimah, sedang berada di acara pertunangan Rubiya dengan Arfan.

Arfan marah karena Fahmi meninggalkan acara pertunangannya begitu saja. Fahmi sangat kecewa kepada Arfan. Namun, ternyata biang keladi di belakang semua ini adalah Rubiya dan Sukarno. Ia menyuruh utusan untuk mengurus ladang. Namun warga desa marah dan malah merobek dokumen itu. Tapi dokumen yang mereka robek hanyalah kopian.

Episode 37, Selasa, 14 September 2010

Fahmi terperanjat kaget ketika menerima telepon yang mengatakan bahwa ladangnya telah dijual. Dan yang membuat warga marah, di dalam dokumen itu tertera tanda tangan Fahmi. Padahal, dia, Ranun dan Halimah, sedang berada di acara pertunangan Rubiya dengan Arfan.

Arfan marah karena Fahmi meninggalkan acara pertunangannya begitu saja. Fahmi sangat kecewa kepada Arfan. Namun, ternyata biang keladi di belakang semua ini adalah Rubiya dan Sukarno. Ia menyuruh utusan untuk mengurus ladang. Namun warga desa marah dan malah merobek dokumen itu. Tapi dokumen yang mereka robek hanyalah kopian.

Episode 38, Rabu, 15 September 2010

Halimah menegaskan kepada Pudin bahwa dirinya lebih memilih Fahmi daripada dia.


Halimah suatu kali memergoki bahwa Pudin juga mendapatkan uang dari Rubiah. Halimah syok.

Fahmi merasakan kerindukan kepada Halimah, Bilal dan Nisa. Melihat hal tersebut Ranun merasa bersalah karena dirinya tidak dapat memberikan keturunan.

Episode 39, Kamis, 16 September 2010

Halimah memohon kepada Pudin agar dirinya dapat melihat kondisi Fahmi tetapi Pudin menegaskan kepada Halimah bahwa dirinya sudah membunuh Fahmi.

Sarto menyampaikan kabar buruk mengenai Fahmi kepada Kyai Hasan sampai membuat beliau syok.

Rubiah memerintahkan Pudin untuk segera membawa Halimah pergi dari kediamanannya.

Episode 40, Jumat, 17 September 2010

Pudin memukul Malik sehingga Malik kehilangan kesadaran dirinya.

Siti Rahma kaget saat melihat Pudin mengambil anak-anaknya secara paksa.

Badan Fahmi tiba-tiba tampak kejang-kejang. Halimah dan Ranun berpegangan tangan dengan panik. Dokter menunduk dan menyuntikkan sesuatu. Fahmi tampak tenang kembali tapi mulutnya seakan berkata sesuatu.

Episode 42, Selasa, 21 September 2010

Halimah disandera oleh Pudin dan Rubiah. Sementara itu kondisi Fahmi makin drop dan dibawa ke ruang operasi. Warga desa yang berkunjung menjadi marah begitu tahu kondisi Fahmi dan juga hilangnya Halimah.

Halimah sendiri dibawa ke hutan setelah mobil Pudin mogok. Di hutan, Rubiah memaksa Halimah segera meninggalkan Fahmi. Rubiah berkata akan membunuh Fahmi.

Akhirnya, penduduk desa berhasil mencium jejak mereka, namun Pudin berhasil kabur.

Episode 44, Kamis, 23 September 2010

Halimah kaget mendengar suara Fahmi. Tapi apapun yang dikatakan Fahmi, ia tak mau lagi mendengar. Halimah menutup telepon dengan penuh kesedihan.

Halimah kaget ketika panti asuhan tempatnya bekerja ternyata dekat sekali dengan rumah Fahmi. Halimah pun menyadari ini pasti jalan Tuhan supaya ia bisa deket dengan Bilal dan Nisa.

Untuk mengikuti Episode selanjutnya sinetron Surga Untukmu sila klik di sini: Surga Untukmu mulai Episode 1
sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.mdentertainment.net/
http://www.indosiar.com/
AkmalTVProduction200 Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

1 comments :

wanto said...

Aq suka ne sinetron. Trus d update yach.....
Moga makin keren blog ne...amien

Online Visitors

Thank you for dropping by