Thursday, December 6, 2012

Sinopsis Episode 10 (6 Disember 2012) - Sinetron Aliya menemui penonton di Slot Sinetron TV3 pada 21 November 2012 jam 2.00 petang setiap Isnin - Khamis



Pemain Sinetron Aliya

Dea Annisa sebagai Aliya
Irwansyah sebagai Gilang/Galang
Billy Davidson sebagai Faris
Afifa Syahira sebagai Marina
Gege Elisa sebagai Gisha
Shandy Isabella sebagai
Jihan Fahira sebagai Shinta
Restu Sinaga sebagai Wisnu
Gunawan sebagai Anjar
Natasha Dewanti sebagai Winda
Marini Burhan sebagai Laila

Lagu Tema: Menyambut Janji
Penyanyi: Letto
Cerita & Skenario: Ina Rosamaya
Sutradara: Maruli Ara & Doddy Djanas
Produser: Titin Suryani
Produksi: Verona Pictures © 2011
Periode Tayang: Mulai 12 Desember 2011
Jadwal Tayang: Setiap Hari pukul 19.00 WIB

Penghargaan:
Januari 2012 : Sinetron Paling Berkilau


Judul : Aliya
Episode : Global

Pemain : Dea Anissa, Irwansyah, Jihan Fahira, Gunawan, Restu Sinaga, Primus Yustisio, Billy Davidson, Afifa Syahira, Natasha Dewanti, Marini Burhan, Marchia Caroline, Epi Kusnandar, Ivanka Suwandi, Sean Hasyim, Gege Elisa

Tayang : Setiap Hari
Pkl. 19:30 - 21:oo WIB

Sinopsis Global

ALIYA adalah sosok gadis baik dan jujur yang lahir dari pernikahan Anjar dan Shinta. Sayang, kisah hidup Aliya tidaklah semanis wajahnya. Berbagai konflik selalu menghiasi perjalanan hidup Aliya, termasuk masalah keluarga dan cerita kisah cintanya yang tragis.

Gadis malang itu harus merasakan kehidupan dalam penjara, karena dituduh membunuh Gilang, kekasihnya. Aliya menganggap lika liku kehidupan itu adalah sebuah pengorbanan untuk ibundanya. Di sisi lain, karena Gilang telah tiada, Aliya menganggap tidak ada lagi laki-laki lain yang dia cintai.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aliya akhirnya mengetahui bahwa Shinta adalah ibu kandungnya? Mungkinkah Shinta akan kembali bersatu dengan Anjar? Lantas, kepada siapa Aliya akan melabuhkan cintanya? Fariz yang benar-benar mencintainya atau Galang yang mirip Gilang mantan kekasih Aliya?

Temukan jawabannya hanya di saluran Satu untuk Semua. (Cn)

Sinopsis sinetron Aliya Episode 10

Faris menemui Marina sewaktu dia ingin membeli susu buat ayahnya. Marina tanya bukankah dia masih berada di penjara.

 Faris menjelaskan pada Marina kerana mengikut kata polisi dia dinyatakan tidak bersalah kerana polisi telah menemukan orang yang bersalah itu supir trak. Faris mendapat tahu yang bayi dalam kandungan Marina adalah bayi Gilang.





Shinta mahu membeli baju untuk Aliya. Shinta memilih baju warna pink buat Aliya.Shinta menatap wajah Aliya apabila melihat tanda lahir di bahu Aliya sewaktu Aliya ganti baju warna pink tersebut.

Faris masih memikirkan tentang penemuannya dengan Marina sewaktu dia hendak membeli susu buat ayahnya. Faris memberitahu ayahnya yang dia sudah bekerja semula di hotel. Dalam hati Pram dia berfikir jangan-jangan anaknya bekerja di hotel Hendri Sasmita suami Andini.

Anjar terkenang semula tentang Shinta yang membeitahunya bahawa anak mereka sudah mati. Sekiranya anak mereka sudah mati, anak siapa pula yang sedang Shinta cari-cari selama ini. Anjar bingung memikirkan hal itu. 


Mutia tanya kenapa dia kelihatan bingung begitu. Apakah dia telah memberi masalah di tempat kerja barunya lagi. Mutia mahu tahu di mana suaminya kerja sekarang tetapi Anjar cuma berdiam diri. Kata Mutia Anjar sama sahaja seperti anaknya, Aliya yang sentiasa mendatangkan masalah di tempat kerja. Diya nasihati Mutia agar beri kesempatan untuk Anjar istirahat dulu kerana dia baru pulang dari kerja keletihan.


Aliya terus mencari kalung kepunyaan Gisha di mana-mana. Aliya tanya Zaki apakah dia lihat kalung tersebut. Namun kata Zaki mana dia tahu kalung itu di mana. Disuruhnya mencari kalung itu dengan menggunakan mata dan bukan mulut.

Aliya sangat sedih karena dulu Gilang menduakannya. Aliya sangat sedih Marina hamil anak Gilang karena Marina punya bukti dulu di Amerika mereka sedang berdua. Faris bilang semua itu bohong karena Gilang pernah mengiriminya email kalau Gilang cinta sama Aliya.

Marina berharap kandungannya sehat, karena kehamilannya itulah ia bisa tinggal di rumah Wisnu dan Shinta.

Aliya sangt senang membaca email dari Gilang buat Faris, Aliya jadi percaya kalau Gilang tidak mengkhianatinya. Faris terpaksa bohong, karena sebenarnya Gilang tidak pernah mengiriminya email. Faris hanya tidak mau melihat Aliya sedih.

Aliya merasa bersalah pada Gisya karena kalung Gisya hilang.

Zaky bilang pada Marina ia ingin melamar Marina demi bayi yang ada dalam kandungan Marina. Marina bilang Zaky sudah gila. Zaky memberikan kalung pada Marina sebagai mas kawin, Marina kaget melihat kalung itu. Zaki bilang ia mendapatkan kalung itu dari Aliya karena Aliya menjualnya padanya. Sementara Aliya mencari kalung Gisya yang hilang.

Marina menhubungi Wisnu dan membicarakan kalung itu dan mendatangi Aliya lalu menuduhnya mencuri. Aliya bilang ia tidak mencuri dan berniat mengembalikan kalung itu ke pemiliknya. Wisnu dan Marina tetap tidak mau mendengar penjelasan Aliya. Marina suruh Aliya mengaku saja. Aliya berani bersumpah yang dia tidak mencuri. namun Wisnu tidak mahu mempercayainya dan bukan itu saja dia juga beri amaran pada Aliya agar tidak pergi ke rumahnya lagi atau tidak dia akan melaporkannya pada polisi.

Marina mengembalikan kalung itu pada Gisha, Marina bilang ia sudah mengambil kalung Gisha dari pencuri. Gisha tanya siapa yang mencuri kalungnya. Kata Marina dia akan menceritakannya pada Gisha kemudian. Marina mengajak Gisha ikut dirinya dan Wisnu untuk menemui Shinta, karena hanya kalung itu yang dapat membantu biaya berobat ibunya Gisha.

Marina dan Wisnu membawa Gisha ke Shinta. Shinta kaget melihat kalung itu ada pada Gisha, Marina bilang Gisha adalah anak Shinta. Shinta bilang ia tidak bisa langsung percaya karena anak Shinta punya tanda lahir di bahunya.

Shinta akan mengecek tanda lahir Gisha tapi Gisha langsung pergi, karena mendapat kabar dari rumah sakit kalau ibunya kritis. Shinta kejar Gisha dan tanya apakah dia tidak punya tanda lahir. Shinta menuduh itu semuanya gara-gara Marina. Shinta menuduh Marina menyuruh Gisha pura-pura jadi anaknya. Marina kata dia tidak bohong. Tetapi menurut Marina kalung itu benar-benar Gisha yang punya. Shinta tidak percaya yang Aliya itu pencuri kalung itu.


Aliya sedang duduk di halaman rumahnya seorang diri. Dia nampak Shinta berada di situ lalu dia memanggil Shinta.

Shinta menanyakan kalung itu pada Aliya. Aliya bilang kalung itu milik Gisha, tapi Aliya tidak mencurinya. Shinta bilang ia percaya pada Aliya dan jadi yakin kalau Gisha memang anaknya.



Shinta: Aliya, aku datang ke sini cuma mahu memastikan kalau kamu nggak ambil kalung itu, Iya kan?
Aliya: Enggak tante, Aliya nggak curi kalung itu. Kalung itu punya temannya Aliya. Dia tercicir kalung itu terus Aliya menyimpannya. Semasa Aliya mahu kasi ke Gisha tiba-tiba kalung itu hilang dari tas Aliya.
Shinta: Teman kamu namanya Gisha?
Aliya: Ya, kalung itu punya Gisha.
Shinta: Kamu kenal Gisha?
Aliya: Kenal, tante. Dia teman Aliya kerja di hotel. 
Shinta akhirnya percaya yang kalung itu kepunyaan Gisha.Aliya tanya Shinta apakah dia percaya kalau Aliya tak curi kalung itu. Menurut Shinta dia percayakan Aliya jadi dia ke situ untuk pastikan hal itu. Shinta yakin kalau Aliya tak curi kalung itu.


Zaky melihat Aliya yang bersama Shinta. Sewaktu Aliya masuk ke rumah, Zaki menarik tangan Aliya lalu ditanya Zaki di mana letaknya otak Aliya. Masih dia mahu menemui wanita gila itu. Apakah Aliya belum puas dipukul sama mama. Masih mahu dipukul, tanya Zaky.

Aliya: Kak harusnya Aliya yang tanya sama kakak. Kenapa kalung temannya Aliya hilang bisa di tangannya Marina?
Zaki pura-pura tidak faham pertanyaan Aliya itu tentang kalung tersebut. Zaky suruh Aliya jangan cakap sebarangan. Kata Aliya lagi dia sudah tahu semuanya, lebih baik Zaky jujur sama Aliya


Kebetulan apabila Mutia dan Anjar muncul di depan mereka. Zaky mengadu pada mamanya yang Aliya mencuri. Mutia menatap wajah Aliya dengan marah. Sambung Zaky lagi tadi pemilik kalung itu datang ke sana dan Aliya dimarahi. Mutia tanya Aliya sekali lagi apakah benar apa yang dibilang Zaky. Namun Aliya menafikan yang dia mencuri dan kata Aliya Zaky bohong. Tetapi Mutia memilih untuk lebih mempercayai Zaky daripada Aliya yang dibencinya selama ini. Mutia menuduh Aliya bohonginya. Mutia langsung memarahi Aliya dan mengambil penyapu lalu dipukul Aliya


Anjar yang berada di situ cuba menghalang Mutia dari memukul Aliya tetapi Mutia terus memukul Aliya. Dengan nada suara marah Mutia kata Aliya memalukan mereka. Mutia tanya Aliya sekarang dia mencuri lain kali dia mahu merompak? Mutia terus memukul Aliya hingga Aliya kesakitan. Aliya terus menafikan yang dia mencuri, namun Mutia tidak mahu mempercayai Aliya sambil mengatakan sudah ada buktinya masih berani bohong. Mutia memukul Aliya dan kali ini tangan Aliya terkena pukulan itu hingga menyebabkan tangan Aliya cedera.

Mutia dengan perasaan marah-marah menuduh ibunya dan Anjar yang selalu memanjakan Aliya hingga Aliya jadi jahat. Apabila Anjar tanya apakah Mutia mahu membunuh Aliya, jawab Mutia Aliya yang hendak bunuh dia. Katanya dia hampir mati kerana tekanan disebabkan Aliya. Mutia terus memarahi Aliya yang bukan-bukan mengatakanya anak nggak tau diri dan anak pembawa sial.

Hati Aliya terguris dengan kata-kata Mutia yang begitu pedas itu.

 Aliya menangis kesedihan dalam pelukan papanya, Anjar.


Anjar memapah Aliya yang masih kesakitan akibat pukulan oleh mamanya ke dalam kamar.
Anjar: Maafin mama, ya.
Aliya: Nggak apa-apa, pa. Aliya kan udah sering dimarahi sama mama. Aliya kuat.
Anjar: Nggak apa-apa gimana? Tangan kamu itu.
Aliya: Maaf pa. Kalau boleh Aliya mahu solat. 

Di serambi rumah, Anjar marah pada Zaky karena telah memfitnah Aliya. Anjar tanya Zaky apakah dia senang melihat adiknya dipukul sama mama hingga begitu. Zaky bilang itu pelajaran buat Aliya supaya Aliya tidak dekat-dekat dengan Shinta, perempuan simpanan papa itu. Anjar hampir menampar Zaky.

Penghujung episode menceritakan Gisha menunggu ibunya, ibunya sadar dan seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi Gisha bilang ibunya jangan banyak bicara dulu karna kata doktor ibunya harus banyak isitirahat.



Gisha mendengar seseorang memanggilnya. Pada mulanya Gisha ingatkan suster yang memanggilnya tetapi apabila dia menoleh belakang ternyata dia adalah Shinta. Gisha tanya kenapa Shinta ke situ. jawab Shinta dia ke sana hendak menjenguk ibunya. Atikah merenung ke arah Shinta dan dia teringat yang Shinta adalah perempuan yang dulu ibunya  elah memberikan anaknya kepadanya. Shinta juga masih ingat dia merupakan suster yang telah membantu proses kelahirannya. Kisahnya bersambung pada 10 Disember 2012 waktu yang sama.

Terlebih dahulu saya ingin meminta maaf kerana terdapat banyak kesilapan dalam ejaan, struktur ayat dan tatabahasa sewaktu saya menulis sinopsis ini. Terima kasih kepada semua yang telah singgah di sini.

Sinetron Aliya Episode 10


Sinetron Aliya Episode 10 Part 1

Sinetron Aliya Episode 10 Part 2

Sinetron Aliya Episode 10 Part 3

Sinetron Aliya Episode 10 Part 4-4

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.sctv.co.id
http://www.tv3.com.my/
http://id.wikipedia.org/ 
SenCy_TVkoe:  http://www.lautanindonesia.com/
http://clorofilawards.wordpress.com
 http://pangeran229.wordpress.com/
http://niazuramaria.blogspot.com/
Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Sinopsis Episode 50 (5 Disember 2012 - Layar Drama Indonesia: Mega Sinetron Separuh Aku mula menemui penonton pada 15 Oktober 2012 setiap hari pukul 19.00 WIB di RCTI

Sutradara : Agusti Tanjung
Produser : Leo Sutanto
Cerita & Skenario : Hilman Hariwijaya
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Produksi : SinemArt (2012)

Lagu Tema : Separuh Aku
Penyanyi : Noah
Pencipta : David & Ihsan Nurrachman
Produksi : PT. Musica Studios's

Pemain Separuh Aku:

Asmirandah, Rezky Aditya, Miller Khan, Michella Putri, Kevin Andrean, Putri Anne, Ari Wibowo, Vira Yuniar, Adipura, Shueil, Malaki, Shelsi Valencia, Tengku Ryan, Tia Ivanka, Johan Jehan

Asmirandah sebagai Adara - (Anak Kandung Pak Sandy dan Bu Marni
Anak Tiri Sudiro)
Rezky Aditya sebagai Rama
Miller Khan  sebagai Dennis
Michella Putri sebagai Maya
Kevin Andrean sebagai Reza - (Sahabat Andara)
Putri Anne sebagai Naning - (Pacar Reza)
Tia Ivanka   - Bu Tia (Ibu Maya)
Ari Wibowo sebagai Pak Sandy - (Ayah Maya dan Andara)
Adipura sebagai    Sudiro  - (Ayah Adara)
Vira Yuniar sebagai Marni - (Ibu Adara)
Johan Jehan - Pak Eddy (Ayah Dennis)
Triningtyas - Bu Ida (Ibu Dennis)
Suhel Fahmi sebagai Andi - (Keponakan Rama)
Malaki sebagai - Adit (Keponakan Rama)
Shelsi Valencia sebagai  Andien - (Keponakan Rama)

Sambungan sinopsis Separuh Aku Episode 50 pada 5 Disember 2012

Doktor memberitahu Pak Eddy dan Bu Ida yang Dennis keracunan.Mereka sedang menunggu hasil lab kenapa bisa ada racun di makanan. Mereka diminta bertenang dulu sementara pasien perlu istirahat.

Dengan nada suara yang perlahan Maya bercakap seorang diri, keracunan atau diracuni.  Pak Eddy kemudian berasa curiga dan tanya apakah Dennis keracunan sewaktu makan bersamanya. Tanpa berfikir panjang, Pak Eddy menuduh Adara meracuni Dennis. Adara menafikan yang dia berniat untuk meracuni Dennis kerana dia juga tidak tahu kenapa itu terjadi. Pak Eddy melaporkan hal itu pada polisi. Dalam hati Maya dia berasa lega kerana semuanya menjadi kacau. Rama cuba yakinkan Pak Eddy yang Adara adalah perlakunya.

Namun Pak Eddy anggap Rama juga sama jahatnya kerana dia calon suami Adara. Pak Eddy terus menuduh yang itu adalah pembunuhan yang dirancangkan untuk membunuh anak mereka. Pak Eddy mahu menelefon polisi untuk melaporkan Adara pada polisi. Belum sempat Pak Eddy berbuat demikian, Dennis sedar kembali. Dennis menghalang papinya daripada menelefon polisi. Pak Eddy memberitahu niat Adara yang mahu membunuh Dennis. Kata Dennis kalau itu benar pun dia ikhlas asalkan Adara dan Rama bahagia. Sambung Dennis lagi yang penting sekarang dia selamat. Namun Pak Eddy terus berdegil katanya dia tidak terima yang Adara mahu membunuh anaknya, dia mahu melaporkan Adara juga.

Doktor menyuruh mereka agar jangan ribut di ruangan itu dan dia mahu mereka tinggalkan ruangan tersebut kerana pasiennya harus istirahat.

Maya terus menghasut Pak Eddy tentang Adara. Pak Eddy memberitahu Maya yang dia lebih suka sekiranya Dennis memilihnya sebagai pasangan hidup. Bu Ida memberitahu pesanan Dennis pada Pak Eddy. "Jangan usik-usik Adara. Jangan tuntut Adara."

Rama minta Adara pulang saja tetapi Adara enggan. Rama terus memujuk Adara untuk pulang dan berhenti daripada menyalahkan dirinya tentang keracunan tersebut. Apabila Adara ingin pulang bersama Rama, muncul Maya pula yang tanya padanya kenapa dia tidak mahu menemani Dennis kerana Adara yang menyebabkan Dennis sakit. Adara rasa bersalah setelah mendengar kata-kata Maya itu. Tanya Maya pada Rama kenapa dia mahu menemani Adara kerana kehadirannya cuma membuat Dennis sakit hati. (Ada-ada saja si Maya ini, alangkah bagus kalau episode hari ini tanpa kehadiran karakter Maya itu).
Maya: Rama, Dennis itu rela berkorban buat Dara. Dia nggak tuntut Dara. Dia rela diracuni sama Dara. Kamu nggak rela berkorban biar Dara menemani Dennis?
Mahu tidak mahu Rama terpaksa pulang sendirian sementara Adara terus menunggu Dennis di situ.

Adara beritahu Dennis yang dia nggak mungkin tinggalin Dennis sendirian apa lagi keadaan Dennis yang seperti itu. 
Dennis tahu dia tidak salah mencintai Adara. Pada Dennis dia begitu sempurna di matanya. Namun kata Adara pada Dennis dia nggak sempurna karna tiada manusia yang sempurna. Adara mohon pada Dennis untuk coba membuka hati dan matanya. Masih banyak wanita lain yang lebih baik daripadanya. Sambung Adara lagi. Tetapi Dennis nggak bisa. Kemudian muncul pula Pak Eddy bersama Bu Ida. Pak Eddy menuduh Adara pura-pura baik karena tidak mahu dituntut. Dennis tidak mahu papinya omong begitu tentang Adara.

Dennis menelefon papinya tanya dia di mana. Apabila Pak Eddy beritahu anaknya dia masih di jalan ingin beli buah, Dennis tahu papinya membohonginya dan ingin ke rumah Adara. Pak Eddy menafikannya. Walau apa pun yang papinya ingin lakukan Dennis tidak mahu dia melaporkan Adara ke polisi kerana Dennis pasti yang Adara tidak bersalah dan semua yang terjadi ini ada sesuatu di sebaliknya. Pak Eddy berpendapat yang anaknya sudah dibutakan oleh cinta. Pak Eddy terpaksa berjanji dengan Dennis untuk tidak melaporkan Adara.

Maya yang sentiasa berada di mana-mana muncul di rumah Rama lagi sewaktu perbualan Adara dan Rama. Maya terus sarankan pada Adara dan Rama agar tidak buru-buru tunangan. Tanya Maya lagi kenapa mereka harus buru-buru. Adara setuju dengan Maya dan dia beritahu Rama yang kini keluarga Dennis berada dalam keadaan tidak tenang disebabkan musibah yang baru menimpa Dennis.Rama memikirkan apakah Maya mempunyai rencana buruk sama pertunangannya sama Dara. Setelah Maya pergi, Adara tanya Rama apakah dia menerima dengan ikhlas penundaan pertunangan mereka. Mahu tidak mahu Rama tidak ada pilihan lagi selain dari menuruti Adara kerana walau macam manapun yang penting mereka masih mencintai antara satu sama lain.

Maya masuk ke ruangan Dennis di rumah sakit untuk menghasut pemikirannya lagi.  Maya tanya Dennis kenapa dia asyik memikirkan Adara yang telah meracuninya hingga dia terlantar di rumah sakit. Namun Dennis tidak mempercayai Adara melakukan itu padanya. Maya terus mendesak Dennis untuk mempercayainya yang Adara akan cuba membunuhnya lagi. Maya mahu Dennis coba untuk tuntut si Dara dan biarkan dia masuk penjara. Dengan itu Adara dan Rama tidak akan tunangan. Jadi Dennis akan kesempatan mendekati Dara lagi. Tetapi Dennis nggak tega tuntut Adara dan lihat dia masuk penjara. Dennis lebih mati di tangan Adara daripada Adara masuk penjara.

Maya yang terlalu geram dengan Dennis itu mencekik Rama, Pak Eddy masuk dan fikirkan mereka sedang mesra-mesraan.  Pak Eddy minta mereka teruskan dengan apa yang sedang mereka lakukan dan dia keluar dari ruangan Dennis. Maya juga ikut keluar. Pak Eddy tanya kenapa Maya berada di luar sana dan bukan bersama Dennis. Sebenarnya Maya berasa malas untuk bercakap dengan Pak Eddy tetapi dia mahu gunakan kesempatan itu untuk manfaatin Pak Eddy. Dia mahu desak Pak Eddy untuk masukkan Adara ke penjara. Kata Maya lagi sebagai orang tuannya Dennis dia berhak untuk tuntut Adara dan melaporkannya ke polisi. Menurut Adara mana ada orang tua yang tega melihat anaknya diracuni.

Dennis sedang tidur lena, Adara di sampingnya menyentuh dahi Dennis. Kemudian Dennis terjaga tanpa disedari Adara. Dalam hatinya dia berfikir: Kesian Adara, dia pasti sedih banget, dia benar-benar perempuan yang baik. Dia pasti nggak tega bertunangan sama Rama. Aku harus bisa mengikhlaskan dia dengan Rama dan dia bisa bahagia tapi aku bisa nggak ya?

Pak Eddy membawa polisi untuk menemui Dennis di rumah sakit. Pak Eddy bangunkan Bu Ida dan tanya di mana Dennis berada. Polisi menjumpai sepucuk surat daripada Dennis mengatakan dia kesal sama papinya karena papinya selalu menuduh Adara meracuni Dennis. Dennis berani bersumpah kalau Adara sama sekali tidak meracuni Dennis. Ini semua kesalahan Dennis bukan kesalahan Adara. Dennis pergi untuk Adara. Terima kasih. Kalau papi mahu sadar tidak menfitnah orang lain termasuk Adara. Setelah polisi habis baca isi kandungan surat itu, tiba-tiba Pak Eddy menafikan yang itu tulisn anaknya, Dennis. Tanya polisi itu kenapa tadi Pak Eddy kata itu tulisan dan tandatangan Dennis, Pak Eddy jelaskan pada polisi itu yang tadinya dia memang kata iya sebab dia belum baca tulisannya dan isinya. Namun polisi itu tidak mahu lanjutkan kasus itu lagi kerana pengakuan Dennis dalam surat itu.

Maya menerima panggilan daripada Bu Ida mengatakan Dennis pergi dari rumah sakit entah ke mana. Pak Eddy mengambil hp Bu Ida dan dia beritahu Maya juga yang polisi nggak mahu tuntut si Dara setelah Dennis pergi. Maya stress memikirkan ke mana Dennis telah pergi.

Dennis ke kedainya. Adara beritahu Dennis semua orang panik mencarinya.  Dennis harap kalau mereka bisa kerja kaya dulu lagi. Sebenarnya Dennis belum sembuh sepenuhnya. Dia hampir pengsan sewaktu bekerja. Adara risaukan keadaan Dennis dan dia mahu Dennis lebih istirahat. Kata Adara dia akan sambung kerja Dennis. Adara rasa tidak sedap hati mengenangkan Dennis setelah mendapat tahu dia mahu tunangan sama Rama dan Dennis keracunan setelah makan makanan masakan dia masih baik sama Adara.

Bu Ida dan Pak Eddy sampai di kedai Dennis. Bu Ida mengucapkan terima kasih pada Dara yang masih mahu merawat Dennis. Namun Pak Eddy tanya isterinya kenapa dia perlu berterima kasih pada Adara kerana dia telah meracuni anak mereka dan menyebabkan Dennis kabur dari rumah sakit hingga begini. Dennis tetap dengan pendiriannya yang semuanya bukan kesalahan Adara tetapi kemahuannya sendiri. Pak Eddy terpaksa mengiakan kata-kata Dennis. Pak Eddy menyuruh anaknya pulang ke rumah istirahat tetapi Dennis enggan. Adara memikirkan tentang gara-garanya menyebabkan hubungan Dennis sama orang tuannya nggak baik dan Dennis tetap saja bela Adara.

Dennis menemui Pak Eddy dan Bu Ida sewaktu mereka sedang makan dan beritahu mereka yang dia siap untuk dijodohkan sama siapa pun.  Dengan siapa pun, Dennis akan usaha untuk menerima jodohnya. Pak Eddy suruh Bu Ida cepat habiskan makanannya kerana mereka harus ke rumah Maya untuk melamarnya.

Maya tidak faham kenapa dia dijodohkan sama Dennis secara tiba-tiba. Pak Sandy harap Pak Eddy fikirkan tentang hal itu lain kali saja memandangkan Maya baru diberi banyak proyek yang harus dipikirkan. Selain itu menurut Pak Sandy dia harus juga membincangkan hal itu dengan mama Maya. Kata Pak Sandy mama Maya sedang berada di luar kota dan susah untuk dihubungi. Kata Bu Ida pada Pak Eddy ada kebenarannya kata Pak Sandy mereka tidak boleh memaksa.

Adara tanya Dennis kenapa dia bilang yang dia boleh nikah dengan siapa saja. Ditanya kembali oleh Dennis bukankah seharusnya Adara senang karena dia tidak paksa Adara untuk menikah sama dia. Tetapi menurut Adara bukan begini caranya karena itu akan menyebabkan Adara nggak enak hati dan menyebabkan Adara terus rasa bersalah sama Dennis.
Dennis: Aku mencintai kamu melebihi apa pun, Adara dan aku tahu itu salah karna kamu mencintai Rama.
Adara mulai bimbangkan keadaan Dennis, apakah dia sudah benar-benar frustasi.  Adara tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar Dennis tidak begitu terus.

Maya marah-marah ke kedai Dennis mencari Dennis. Adara tanya Maya kenapa dia mencari Dennis kaya orang kesal. Maya memberitahunya sudah tentu dia kesal karena Dennis mahu nikah sama dia. Masa kan dia mahu nikahi orang seperti Dennis. Tetapi Adara tidak suka Maya cakap begitu tentang Dennis. Katanya seharusnya Maya bersyukur dapat bernikah dengan orang sebaik Dennis. Maya tanya kalau begitu kenapa dia mengindari dari mahu menerima Dennis. Jawab Adara karna munkin belum waktunya atau mungkin saja Dennis itu bukan jodoh Adara.

Di rumah, Pak Eddy begitu yakin yang Maya pasti mahu menerima Dennis sebagai suaminya kerana katanya dia punya trick. Maya pergi menemui Pak Eddy dan Bu Ida. Maya sarankan yang sebaiknya Dennis ke rumah sakit jiwa. Bu Ida tanya kenapa Maya cakap begitu. Maya tanya Pak Eddy siapa yang mahu nikah sama orang stress. Kata Maya lagi Dennis telah memberitahunya yang bukan dengan siapa saja dia mahu menikah malah dengan kambing juga. Maya sarankan pada mereka daripada Dennis menikah sama dia, lebih baik Dennis menikah sama kambing.


 

Di luar Dennis tanya kambing itu apakah dia jodohnya. Bu Ida terlalu sedih memikirkan satu-satu anaknya mereka itu mahu nikah sama kambing. Adara pergi menemui Dennis tetapi Dennis memberitahu Adara dia mahu bawa masuk kambing itu memandangkan hari mahu hujan.

Adara sedih melihat keadaan Dennis yang begitu mementingkan kambing tersebut. Tetapi apa kan daya dia cuma dapat berdiam diri kerana dia tidak tahu bagaimana hendak menolong Dennis lagi.

Penghujung Episode menceritakan Bu Ida memberitahu Pak Eddy yang dia tidak mahu Dennis dihantar ke rumah sakit jiwa. Pak Eddy juga tidak faham kenapa otak Dennis rosak begitu. Selama ini bukankah yang rosak itu kupingnya kenapa jadi otaknya begitu.


Rama dan Adara ke rumah Pak Eddy. Adara perkenalkan Ustaz yang berada di pasentran waktuAdara ketemu sama Dennis. Ustaz mahu bertemu dengan Dennis. Sewaktu Dennis berada di kamar bersama Uztaz, Pak Eddy memberi amaran pada Adara yang dia akan tuntut Adara sekiranya ada apa yang berlaku pada anaknya.


Setelah pertemuan Ustaz dengan Dennis di kamarnya, Dennis keluar dan minta maaf pada mereka semua kerana telah membuat mereka cemas.


Ustaz memberitahu mereka yang sebetulnya semua itu adalah sebuah kefahaman. Sebenarnya Dennis itu nggak mengalami gangguan jiwa. Pak Eddy tanya nggak ada gangguan jiwa macam mana karna anaknya mahu nikah sama kambing.



Dennis: Kapan aku bilang, pi. Aku nggak bilang kalau aku mahu nikah sama kambing. 
Bu Ida: Maya yang bilang nak. Maya omong sama papi dan mami.
Dennis: Jadi gini, waktu itu aku bilang ke Maya kalau aku pasrah sama Allah mahu dijodohkan sama siapa juga. Terus Maya tanya kat aku lagi kalau sama kambing mahu nggak. Aku bilang kalau itu takdirnya aku terima-terima aja.

Ustaz memberitahu mereka itu hanya satu perumpamaan. Itu menandakan saudara Dennis itu  pasrah sama Allah SWT. Bu Ida bersyukur karna ternyata anaknya baik-baik saja. Terus ikuti penghujung episode ini  dalam"Separuh Aku"

Bersambung pada 6 Disember 2012 dalam Episode 51 nanti.

Kredit yang diberikan pada http://helloskyblu.blogspot.com/ sekiranya telah diambil sinopsisnya amat dihargai.

Terlebih dahulu saya ingin meminta maaf kerana terdapat banyak kesilapan dalam ejaan, struktur ayat dan tatabahasa sewaktu saya menulis sinopsis ini. Terima kasih kepada semua yang telah singgah di sini.

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 50 pada 5 Disember 2012

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 50 Part 1

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 50 Part 2

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 50 Part 3

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 50 Part 4

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.sinemart.com/
http://www.rcti.tv/
http://id.wikipedia.org/
  Channel
 MrSakti7799 Channel
crystle1987 Channel
emeraldL2009 Channel
lynnaandyou Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Online Visitors

Thank you for dropping by