Sinopsis Global
Prabu Siliwangi ( Ananda George ) , Raja Pejajaran mempunyai seorang permaisuri bernama Nyai Subang Larang ( Inne Azri ). Nyai Subang Larang berasal dari keluarga Muslim. Ayahnya seorang syah bandar di Kerawang, bernama Kiai Tapa. Sejak kecil Nyai Subang Larang belajar ilmu agama, atau nyantri di Pesantren Quro milik Syeh Hasanuddin.
Buah pernikahanannya dengan Nyai Subang Larang, Prabu Siliwangi mempunyai 3 orang putra, yaitu Walang Sungsang ( Ahmad Ridho ), atau dikenal dengan Pangeran Cakra Buana, lalu Rara Santang ( Rientammy ) dan yang ketiga bernama Kian Santang ( Alwi Assegaf ). Ketiga anak ini dibesarkan dalam pengajaran islam sehingga tumbuh menjadi muslim dan muslimah yang taat. Sejak lahir Kian Santang sudah menampakkan keistimewaannya. Antara lain, sejak kecil dia sudah pintar baca Al Qur’an, bisa membaca kejadian yang akan datang, tahu apa yang ada di pikiran orang lain, suka menolong, dan lebih dekat dengan masyarakat miskin katimbang kalangan istana. Namun, ada yang cemas dengan kelahiran Kian Santang, yaitu Nini Durga ( Dwi Putrantiwi), tokoh aliran hitam. Tokoh ini sangat sakti, bisa menjelma jadi apa saja. Dia juga punya banyak pengikut yang sangat setia, rela melakukan apa saja yang diperintahkan Nini Durga.
Lahirnya Kian Santang sudah diramalkan oleh Nini Durga, bahwa anak itu kelak bakal menjadi penghalang sepak terjangnya. Wanita penyihir yang sakti ini lalu berusaha menyingkirkan Kian Santang dengan berbagai cara. Dengan kesaktiannya dia menjelma jadi apa saja untuk bisa mendekati Kian Santang kecil. Tapi, usahanya selalu gagal karena Kian Santang sangat cerdik. Di samping bisa membaca pikiran orang, juga banyak akal. Sering kali ayah Kian Santang, Prabu Siliwangi muncul menolongnya juga dengan menyamar. Syeh Hasanuddin, kakek gurunya juga kadang-kadang muncul, mengajarkan mengaji atau ilmu-ilmu kesaktian lainnya.
Saksikan terus perjuangan Raden Kian Santang, dalam melawan kejahatan Nini Durga hanya di MNCTV.
Prabu Siliwangi sedang berlatih silat di tempat yang rahasia. Tiba-tiba ada yang mengintip. Prabu Siliwangi lantas melancarkan serangan jarak jauh. Pengintip terpental. Prabu Siliwangi kaget. Ternyata pengintip itu adalah Kiansantang. Prabu Siliwangi marah karena jurus yang dilatih itu adalah jurus rahasia, tidak boleh ada yang melihat. Kian Santang minta maaf. Kian Santang merengek minta diajari jurus rahasia itu. Prabu Siliwangi melarang. Mengatakan, untuk mempelajari jurus itu harus punya landasan yang kuat, yaitu kekuatan fisik, kecerdasan dan terutama jiwa yang stabil. Suatu ketika, secara nggak sengaja Kiansantang melihat Walangsungsang, kakaknya berlatih jurus itu. Kiansantang protes pada ibunya, kenapa kakaknya diajari jurus itu. Berarti ayahanda pilih kasih. Nyai Subang Larang menasehati Kiansantang, pasti ayahnya punya pertimbangan tertentu. Kiansantang tetap tidak terima dengan hal itu. Dia punya daya ingat yang luar biasa. Dia putar kembali daya ingatnya, terpampang saat ayahnya latihan, lalu dia menirukannya. Dia berhasil. Kiansantang sangat girang. Dia merasa lebih jago dari kakaknya. Ada sifat sombong dlam hati. Ada seorang pencuri sedang beraksi. Kian Santang menangkap orang itu dan menghajarnya habis-habisan. Walangsungsang muncul dan mencegahnya. Lalu memarahinya, kenapa dia bertindak brutal. Walangsungsang menjawab sebab orang itu memang patut menerimanya. Lalu pergi begtu saja. Walangsungsang heran pada perubahan sifat adiknya yang menjadi kasar dan sombong. Di kampung muncul seorang pemuda bernama Gagak Lumayung. Pemuda itu sangat sakti. Namun dia jahat. Tanpa sebab dia mengobrak-abrik sebuah perguruan silat, merusak rumah orang dan merampas harta orang lewat. Dia mengaku disuruh oleh Kiansantang.
SISIPAN SCENE – SILAHKAN DIBAGI POSISINYA AGAR RITMENYA TETAP KENCENG. Perubahan sikap juga terlihat jelas saat Syeh Hasanuddin mengajarinya ngaji bersama kedua orang kakaknya. Kiansantang pergi begitu saja dengan alas an capek. Walangsungsang menegurnya, tapi Kiansantang justru marah. Syeh Hasanuddin member isyarat agar membiarkan Kiansantang pergi. Sifat pemarah itu juga ditunjukkan pada kedua orang pembantunya. Saat itu Lengser sedang istirahat sehabis membersihkan taman. Kiansantang menganggap Lengser pemalas. Lalu disuruh mengerjakan ini itu yang tidak penting sampai lengser kelelahan.Pada Nyi Ipah juga Kian Santang meminta sesuatu sambil membentak-benat. Kedua pembantu itu sangat heran. Nyai Subang Larang juga sedih pada perubahan sikap anak bungsunya itu. Karena Prabu Siliwangi sedang bersemedi, maka Nyi Subang Larang berkeluh kesah pada gurunya. Kata Syeh Hasanuddin, anak itu sedang mengalami goncangan jiwa. Jangan dipaksakan untuk berubah. Pada saatnya nanti dia juga akan kembali seperti semula.
Nama Kiansantang tercemar oleh ulah Gagak Lumayung. Setiap dia muncul orang selalu menghindar, begitu pula dengan teman-teman mainnya. Kiansantang sangat heran. Unang juga lari begitu melihat Kiansantang. Kiansantang mengejar Unang dan bertanya apa sebabnya semuanya menghindarinya. Unang lalu cerita soal pemuda bernama Gagak Lumayung. Kiansantang heran. Kiansantang mencari pemuda itu. Dan menemukannya saat gagak Lumayung sedang menghadang orang, minta hartanya dan mengaku disuruh Kiansantang. Kian Santang marah. Lalu menyerangnya. Anehnya pemuda itu menggunanakan jurus yang sama, jadi sulit dikalahkan. Bahkan sebuah serangannya berhasil membuat Kiansantang terlempar. Pemuda itu lalu melarikan diri. Peristiwa itu membuat pukulan pada jiwa Kian Santang. Kiansantang sangat penasaran. Dia terus mencari Gagak Lumayung. Sampai akhirnya dia berhasil menemukannya. Kembali terjadi ertarungan seru. Kiansantang tidak mampu menandingi keampuan Gagak Lumayung. Dia hamper celaka. Prabu Siliwangi muncul dan mengambil alih posisi Kiansantang. Dengan kesaktiannya raja berhasil mengalahkannya. Akhir pertarungan, dengan efek khusu tubuh Gagak Lumayung menjadi hologram atau apa, lalu masuk ke dalam raga Kiansantang.
Prabu Siliwangi mengatakan, sejatinya Gagak Lumayung adalah perwujudan sifat baik Kiansantang. Dia tidak setuju dengan sikap sombong Kiansantang. Maka dia keluar dan membuat keonaran. Dan itu semua bermula dari ambisi Kiansantang mempelajari ilmu rahasia. Soal kenapa dia mengajari Walangsungsang, sebab dia anak pertama, calon pengganti tahtanya kelak. Itu pun baru jurus dasar saja. Kiansantang menyadari. Dia minta maaf.
Kiansantang dibawa ke kampung. Otak dari penangkapan adalah ketua spiritual di kampung tadi (Sumana). Kiansantang dipaksa menenggak minuman dan minuman itu membuat Kiansantang lemas. Kiansantang hendak dikorbankan, sebagaai ganti Angga. Pada saat yang sangat kritis tiba-tiba saja muncul mahluk aneh di balik api. Mahluk itu mengaku sebagai utusan Arwah penunggu kampung. Semuanya bersujud. Pada saat itu muncul teman-teman kecil Kiansantang: Econ, Uang, juga Anggayana. Mereka membebaskan Kiansantang lalu mengajaknya pergi. Salah seorang warga sempat mengintip dikit, melihat kalau Kian Santang dibawa pergi oleh teman-temannya. Orang itu berteriak. Orang lalu berhamburan mengejar Kiansantang dan teman-temannya. Kian Santang berhasil kabur dan bersembunyi di tempat aman.
Syeh Hasanudding melihat sebuah mushollah yang tak terurus. Seseorang (Ujang) datang, bukannya ikut sholat, tetapi malah marah-marah karena suara Adzan tersebut. Ujang akhirnya sadar lalu mengatakan kalau sebelumnya kampung itu bernuansa Islami, namun datanglah Sumana dengan kesaktiannya Sumana mempengaruhiorang-orang,dsampai akhirnya orang-orang meninggalkan sholat. Dan sekarang Sumana menjadi panutan orang kampung.
Anak buah Sumana mengetahui persembunyian Kian santang dan teman-temannya untung seorang petani tua menolong(Syeh Hasanuddin). Syeh Hasanuddin lantas mengembalikan kekuatan Kiansantang seperti semula. Syeh Hasanuddin mengajak Ujang dan anak-anak sholat istiqo’. Meminta hujan. Orang-orang kampong menotonnya sambil mengolok-olok. Hujan pun datang. Orang-orang akhirnya percaya pada ajakan Syeh Hasanuddin. Sumana marah. Bersama anak buahnya dia menyerang Syeh Hasanuddin. Terjadi pertarungan seru. Dibantu Kiansantang Sumana dan anak buahya kabur.
Orang-orang akhirnya kembali menjalankan perintah agama. Merekabergotong royong membangun masjid.Sementara Kiansantang ngajarin ngaji.
Episode 11, Rabu, 06 Juni 2012
Episode 13, Jumat, 08 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 15, Senin, 11 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 16, Selasa, 12 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 22, Senin, 18 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 23, Selasa, 19 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 24, Rabu, 20 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 25, Kamis, 21 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Episode 26, Jumat, 22 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 28, Minggu, 24 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
Episode 29, Senin, 25 Juni 2012
Gagal panen melanda Pajajaran. Raja hendak membagikan simpanan beras dari lumbung milik Negara. Tapi lumbung dibakar anak buah Nini Durga, beruntung masih ada yang bias di selamatkan dan dibagi. Senapati ditugaskan membagi sisa beras. Senapati sengaja membagikan secara tidak merata, sehingga timbul kekacauan. Kiansantang dan Syeh Hasanuddin turun tangan menenangkan suasana. Keadaan pun kembali tenang. Senapati menyuruh Nini Durga untuk mempengaruhi rakyat. Nini Durga lalu menyamar menjadi rentenir, bernama Nyi Mas Ganda Icis. Rakyat yang kesulitan ekonomi lalu berbondong-bondong berhutang ke Nyi Mas Ganda Icis. Anak buah Nyi Pelet mencegah masuknya pedagang dari luar. Sedangkan anak buah yang lain memborong barang-barang sembako di pasar. Praktis rakyat kota raja benar-benar mengalami kesulitan. Keadaan itu diharapkan oleh Senapati dan Nini Durga bakal menimbulkan kekacauan. Rakyat tidak percaya pada kepemimpinan Prabu Siliwangi.
Kiansantang dan Walangsungsang keluar istana untuk mencari sarana untuk mengakhiri keadaan buruk itu. Kiansantang ketemu Pengemis tua yang pernah ditolongnya. Ternyata pengemis itu adalah orang sakti. Pengemis memberinya ramuan yang bias menumbuhkan tanaman dengan segera. Kiansantang lalu membagikan ramuan itu. Petani menaburkan ramuan. Maka padi pun tumbuh dengan cepat. Nini Durga tidak senang melihat hal itu. Dia lalu memanggil hama tikus untuk menghancurkan tanaman. Kiansantang mencegah ulah Nini Durga. Terjadi pertarungan. Kiansantang memanfaatkan tikus-tikus untuk menyerang balik Nini Durga. Wanita itu berlari-lari dikejar ribuan tikus. Panen raya tiba. Yang hasil padinya bagus berbagi pada yang tanamannya nggak tumbuh. Orang-orang berzakat untuk hasil panennya. Kiai Hasanuddin membeberkan tentang Zakat. Allah akan mencabut keberkahan pada negeri yang orang-orangnya tidak mau berzakat.
http://www.mdentertainment.net/
http://www.mnctv.com/
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

0 comments:
Post a Comment