Wednesday, January 16, 2013

Sinopsis Episode 32 (15 Januari 2013) - Sinetron Aliya menemui penonton di Slot Sinetron TV3 pada 21 November 2012 jam 2.00 petang setiap Isnin - Khamis

 Pemain Sinetron Aliya

Dea Annisa sebagai Aliya
Irwansyah sebagai Gilang/Galang
Billy Davidson sebagai Faris
Afifa Syahira sebagai Marina
Gege Elisa sebagai Gisha
Shandy Isabella sebagai
Jihan Fahira sebagai Shinta
Restu Sinaga sebagai Wisnu
Gunawan sebagai Anjar
Natasha Dewanti sebagai Winda
Marini Burhan sebagai Laila

Lagu Tema: Menyambut Janji
Penyanyi: Letto
Cerita & Skenario: Ina Rosamaya
Sutradara: Maruli Ara & Doddy Djanas
Produser: Titin Suryani
Produksi: Verona Pictures © 2011
Tayang: Mulai 21 November 2012
Jadwal Tayang: Setiap hari Isnin - Khamis di Slot Sinetron TV3

Sinopsis Global

ALIYA adalah sosok gadis baik dan jujur yang lahir dari pernikahan Anjar dan Shinta. Sayang, kisah hidup Aliya tidaklah semanis wajahnya. Berbagai konflik selalu menghiasi perjalanan hidup Aliya, termasuk masalah keluarga dan cerita kisah cintanya yang tragis.

Gadis malang itu harus merasakan kehidupan dalam penjara, karena dituduh membunuh Gilang, kekasihnya. Aliya menganggap lika liku kehidupan itu adalah sebuah pengorbanan untuk ibundanya. Di sisi lain, karena Gilang telah tiada, Aliya menganggap tidak ada lagi laki-laki lain yang dia cintai.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aliya akhirnya mengetahui bahwa Shinta adalah ibu kandungnya? Mungkinkah Shinta akan kembali bersatu dengan Anjar? Lantas, kepada siapa Aliya akan melabuhkan cintanya? Fariz yang benar-benar mencintainya atau Galang yang mirip Gilang mantan kekasih Aliya?

 Sambungan sinopsis sinetron Aliya Episode 32 pada 15 Januari 2013

Sandra memberitahu Wisnu dan Shinta bahawa Marina nekad untuk membakar dirinya.
Wisnu: Bakar dirinya sendiri?
Sandra: Dia udah nekad. Dia siram badannya dengan minyak dan nyalakan api. Mujur saja Galang datang dan memadamkan api itu kalau tidak gimana coba? Maka aku datang ke sini, aku minta bantuan kamu, Wisnu. Kita harus cari jalan keluar untuk Marina. Aku telah berfikir kalau kita harus tetap menikahkan Marina dengan Galang. Kalau perlu kita cari penghulu lain. Dana kalau sampai pernikahan ini terjadi aku nggak mau istri kamu itu datang lagi. 

Mereka harus cari jalan keluar untuk melangsungkan pernikahan Marina dengan Galang. Shinta cuba nasihati Sandra pernikahan itu tidak boleh diteruskan selagi Marina masih mengandung.

Shinta: Sandra kamu ini nekad sekali jadi orangnya. Jelas-jelas itu bertentangan dengan agama. Nggak boleh Sandra, itu haram. Kamu ngerti nggak sih. Kok kamu tega sih suruh anak kamu sendiri itu nikah sama perempuan kaya Marina. Kamu dah hampir gila, Sandra. Kalau Marina itu perempuan sihat dan normal dia nggak mungkin bakar dirinya sendiri, dong.
Sandra: Dia begitu karena kamu gagalkan pernikahannya.Makanya dia tertekan. 

Shinta: Kalau pun bukan saya yang omong pasti ada orang lain. Entah Galang, entah siapa punlah karna kenyataannya Marina kan sedang hamil? Kamu gimana sih?
Sandra: Nggak mungkin karna cuma kamu yang kepikiran begitu.
Namun menurut Sandra bahawa Shinta cemburu dan Shinta risaukan tentang harta yang akan jatuh ke tangan Galang dan Marina suatu saat nanti.
Sandra: Mengaku deh..


Wisnu tidak tahan lagi dengan sikap Sandra dan dia mula mengeluarkan suaranya mahu memberhentikan semua tuduhan Sandra yang bukan-bukan. Wisnu setuju dengan pendapat Shinta pada kali ini.
Wisnu: Kalau sampai Marina berani senekad itu, aku juga takut untuk memberikan anak aku kahwin dengan orang seperti itu. Kalo rumah tangga sedikit-sedikit mengancam bunuh diri, atau dia mengancam melukai dirinya sendiri, kesian Galang kan?

Kata Wisnu lagipun apa yang diakui Marina ini sudah di luar batas.
Wisnu: Kalau Marina berani melakukan tindakan senekad itu, dia nggak hanya membahayakan dirinya sendiri, tapi dia juga bahayakan kandungan yang adalah anaknya Gilang, Sandra. 

Sandra; Tapi Wisnu... 
Wisnu: Aku rasa, sebaiknya dia dibawa ke pakar psikiatri. Pulihkan jiwanya setelah itu bolehlah kita bahas kemungkinan pernikahan.
Lebih baik Marina mendapat rawatan dahulu dan pernikahannya dibincangkan kemudian.

Sandra memberitahu Marina tentang apa yang Wisnu katakan sebentar tadi padanya. Marina terkejut dia harus jumpa dengan psikiatri.
Marina: Aneh-aneh saja, aku gila apa?
Sandra: Kamu tenang dulu, Marina.
Marina: Gimana aku bisa tenang, tante.  Om Wisnu itu ada-ada saja. Aku itu mau nikah sama Galang. Bukannya nak ke psikiatri. Apain coba.

Marina yakin Om Wisnu telah dipengaruhi oleh Shinta. Sebelumnya Om Wisnu kan belakan dia. Kenapa pula sekarang jadi begini. Marina tidak habis fikir tentang hal itu. Marina rasakan Om Wisnu itu aneh. Sandra juga sependapat dengan Marina dan berasa kesal sama Shinta, kenapa Shinta begitu menuyusahkan dirinya sementara Galang adalah anaknya dan bukannya anak Shinta. Marina mahu tahu bagaimana nasib dirinya dan anak Gilang sekarang. Kata Sandra apa yang dapat mereka lakukan sekarang cuma bersabar dan mereka harus tunggu sampai bayi Marina lahir.

Sandra: Kamu jangan stress, ya. Kamu sabar dulu. Sekarang kamu istirahat.
Marina tidak mahu tunggu hingga anaknya dilahirkan kerana itu akan menimbulkan banyak masalah yang lain. Marina tuduh Shinta adalah penyebabnya yang selalu mencari masalah.

Marina menerima panggilan daripada Dana. Marina tidak faham dengan maksud Dana. Dana tidak mahu dirinya dilibatkan dalam hal itu. Setelah panggilan dimatikan, Marina marah-marah kenapa Aliya selalu ikut campur dalam urusannya.


Kebetulan Hendri terdengar perbualan Dana menelefon Marina dan Hendri tanya apakah dia tidak memalsukan tentang tes DNA tersebut. Dana menafikannya.
Hendri: Kamu tidak main-main dalam hal ini kan?
Dana: Beneran, pa. Kenapa papa nggak percaya sama aku? Papa lebih percaya sama Faris, ya?
Hendri: Bukan begitu, Dana, bukan itu maksud papa. Papa percaya sekarang sama kamu. Tapi papa minta kamu jangan buat masalah lagi di sini, di hotel ini. Sekali lagi kamu buat masalah papa tidak akan maafkan kamu. Ngerti.
Hendri tidak mahu Dana memberi masalah pada hotel mereka lagi. Dana mengangguk tanda faham tentang apa yang diingini papanya.
Hendri: Kembali bekerja kamu. 
Hendri keluar dari ruangan Dana.

Galang terkenang semula tentang kata-kata Aliya yang dia jujur tidak mempunyai sebarang hubungan dengan Gilang dan mereka tidak pernah bertunang. Galang tahu Aliya melakukan semua itu pasti ada sesuatu di sebalik sikap Aliya.

Wisnu pergi menemui Galang di kantornya.Galang tanya papanya ada apa papanya mahu bertemu dengannya pagi-pagi begitu. Wisnu mahu minta maaf pada Galang kalau kemarin dia telah memaksa Galang untuk menikahi Marina. Wisnu setuju dengan pendapat Galang. Kata Wisnu dia memang tidak mempunyai pendirian tetapi sekarang dia sudah sedar yang menikahi Marina itu sama sekali bukan tanggungjawab Galang. Galang bersyukur kerana papanya sudah mengerti tentang hal itu. Galang berterima kasih pada papanya tetapi papanya minta Galang jangan berterima kasih padanya, Galang harus terima kasih sama Shinta kerana selama ini Shinta selalu membela Galang. Shinta itu konsisten dalam pendiriannya sekalipun Wisnu tentang, sambung Wisnu lagi. Shinta nggak pernah menyerah.

Sewaktu perbualan Wisnu, Marina muncul dan minta Wisnu untuk cari jalan keluar untuknya dan juga bayinya. 
Wisnu: Marina, om rasa om punya jalan keluar untuk kamu.
Marina: Om serius? Maksudnya aku jadi nikah?
Wisnu suruh Marina usah khawatir tentang semua keperluan kewangannya. Tetapi kalau soal pernikahan sebaiknya Marina bicara sama Galang karena Wisnu nggak bisa memaksa lagi. Itu semua adalah hak diri Galang.Wisnu juga ingatkan Marina jangan lagi coba untuk bunuh diri kalau dia benar-benar sayangkan Gilang karena kalau sampai Marina melakukan hal itu bermakna Marina sama sekali tidak menghargai keluarga Gilang dan dia tidak akan pedulikan lagi sama Marina.Galang tersenyum memandang wajah Marina.

Setelah Wisnu keluar dari ruangan Galang, Galang kata pada Marina tindakan Marina keterlaluan dan tiada siapa yang simpati dengan Marina sebaliknya mereka akan muak sama Marina. Apa lagi kalau terbukti anak dalam kandungan Marina itu bukan anaknya Gilang. Bukan Galang, Wisnu atau Shinta yang akan mengusir Marina tetapi mamanya juga akan mengusir Marina. Setelah Galang beredar dari situ, raut wajah Marina kelihatan begitu geram sekali.



Faris nampak Aliya di hotel sewaktu bertugas tetapi dia tidak menegur sapa dengan Aliya. Marina pergi menemui Aliya dan marahkannya kenapa dia ikut campur dalam masalahnya.


Marina hampir menampar Aliya tetapi dicegah oleh Galang. Kata Galang dia sengaja membawa cincin itu untuk dibuang di depan mata Aliya.


Galang: Aku sengaja bawa kalung dan cincin ini  aku pengen buang di depan kamu.
Menurut Galang lagi semuanya sudah berakhir dan Aliya tidak mempunyai sebarang kenangan tentang Gilang.Galang meninggalkan Aliya keseorangan di situ.


Babak seterusnya menceritakan Mutia sengaja menuangkan sup panas ke baju Shinta. Shinta terbangun kaget. Shinta menegur Mutia yang telah keterlaluan. Namun apabila Mutia kata dia tidak sengaja, Gisha memarahinya dan berkata Mutia bohong. Gisha tahu Mutia sengaja buat begitu. Tetapi dengan marah Mutia suruh Gisha diam. Shinta suruh Mutia jangan kurang ajar bentak-bentak anaknya.
Mutia: Saya nggak takut sama kalian berdua.
Shinta, Gisha dan Mutia mula bergaduh. Pada waktu itu Wisnu dan Ajar sampai di ruang makan untuk berhentikan pergadungan tersebut.


Mutia pura-pura bersikap seperti dia memang tidak sengaja menuangkan sup tersebut pada Shinta.  Setelah Shinta dan Wisnu beredar dari situ Gisha juga ikuti Wisnu dan Shinta. Sebelum itu dia melafazkan "kalian jahat" pada Anjar dan Mutia.

Galang tanya kenapa Aliya mencari kalung itu kerana dia tiada hubungan dengan Gilang.  Galang minta Aliya untuk membantunya perbaiki nama baik Gilang. Galang tidak rela kalau Gilang dituduh menghamili orang di luar nikah. Tapi malangnya sambung Galang lagi Aliya adalah seorang pengecut. Walaupun sudah 18 tahun Galang tidak bertemu dengan Gilang tetapi dia tidak rela Gilang dituduh begitu. Kata Galang lagi, Gilang telah memilih Aliya sebagai pendampingnya tetapi... Aliya mengaku dia memang pengecut. Aliya suruh Galang jangan ganggu dia lagi. Setelah Aliya terus meninggalkan Galang bersendirian.



Hendri akhirnya bertemu juga dengan Atikah. Hendri dan Atikah begitu gembira apabila mereka bertemu kembali setelah sekian lama terpisah. Namun Atikah minta maaf pada Hendri kerana dia harus pergi. Hendri minta Atikah tunggu sebentar. Kata Hendri Atikah tidak boleh pergi seenaknya saja setelah dia menemukan Atikah. Banyak hal yang harus mereka bicarakan.Tetapi jawapan yang diberikan Atikah adalah dia tidak mempunyai apa yang harus dibicarakan pada Hendri. Hendri mempunyai banyak sekali pertanyaan terhadap Atikah.
Hendri: Pertama tentang anak kita. Apa benar anak kita sudah meninggal seperti yang ibu katakan?
Hendri tanya apakah benar anak mereka telah meninggal sebagaimana kata ibunya. Atikah teringat kembali tentang dia memberitahu ibunya Hendri bahawa anak dia sama Mas Hendri sudah meninggal ketika bayi.


Terasa sukar bagi Atikah untuk menjawab pertanyaan Hendri. Dia tidak tahu sama ada dia harus memberitahu Mas Hendri tentang Gisha. Hendri minta Atikah jawab pertanyaan dia.  Ibu Puspa ternampak Hendri sedang bersama Atikah. Begitu juga Atikah, apabila dia melihat Ibu Puspa, Atikah terus pergi dari situ tanpa menjawab pertanyaan Hendri. Hendri mengejar Atikah. Ibu Puspa suruh supir mereka kejar anaknya jangan sampai kehilangan.




Ibunya Hendri pula cuba menghalang Hendri daripada kejar Atikah. Ibu Puspa tidak membenarkan Hendri mengejar Atikah. Hendri terpaksa membatalkan usahanya untuk terus mengejar Atikah apabila ibunya tiba-tiba berasa kurang sihat. Mereka masuk ke dalam mobil semula. Atikah yang masih larikan dirinya dari pandangan Hendri terlanggar seorang penjaja yang menjual buah-buahan. Malang tidak berbau Atikah mendapat kecelakaan apabila dia ditabrak oleh sebuah angkot yang kebetulan lalu di jalan itu. Shinta hairan kenapa angkot tersebut berhenti di tengah jalan.

Tiba-tiba seseorang mengetuk tingkap mobil Shinta dan Shinta diberitahu ada korban kecelakaan dan minta bantuannya untuk membawa dia ke rumah sakit. Shinta terkejut Atikah adalah korban kecelakaan tersebut.. Shinta minta Atikah bertahan sementara dia membawanya ke rumah sakit. Atikah cedera parah. Di rumah, perasaan Gisha tiba-tiba kurang enak. Gisha dengan tidak sengaja memecahkan pasu bunga sewaktu dia menelefon Shinta. Shinta memberitahu Gisha dia sedang berada di jalan. Gisha bersyukur kerana Shinta berada dalam keadaan baik-baik sahaja tetapi Gisha kesedihan mendengar berita tentang Atikah yang baru mendapat kecelakaan. Gisha panik dan Anjar bersedia untuk menghantar Gisha ke rumah sakit.

Mutia menyindir Gisha manja selalu harus dihantar ke mana-mana. Anjar suruh Mutia diam dan  jaga mulutnya. Kemudian Mutia kata dia hampir lupa yang Gisha adalah anak kandung Anjar. Sekali lagi Anjar suruh Mutia tutup mulutnya namun ditanya Mutia kenapa dia cuma mahu Gisha sadar juga  dia itu bukan orang kaya.
Mutia: Ini bapa kamu. Jadi kamu nggak bisa buat sesuka hati.
Gisha tidak tahan dengan sikap Mutia lagi lalu dia suruh Mutia diam jangan kurang ajar kerana dia cuma pembantu di rumah itu.
Mutia: Heh, kurang ajar kamu. Saya kasi tau kat kamu. Saya yang pegang semua rahsia ibu kamu sama bapa kamu.
Mutia juga memberitahu Gisha dia yang pegang semua rahsia tentang orang tuanya. Mutia tanya Gisha apakah Gisha mahu dia memberitahu Pak Wisnu. Mutia mengancam akan memberitahu hal itu pada Pak Wisnu nanti. Gisha menolak Mutia dan menguncikan Mutia dalam rumah dan menyuruh Anjar menghantarnya ke rumah sakit.

Dalam perjalanan pulang, Hendri tanya ibunya kenapa ibunya halang dia tadi kerana dia hampir saja tangkap Atikah.  Kata Hendri lagi bukankah ibunya tahu yang dia sudah lama tidak bertemu dengan Atikah. Namun kata Ibu Puspa bukannya Hendri risaukan dirinya malah difikirkan tentang Atikah pula. Sambung Ibu Puspa lagi, bagaimana sekiranya sesuatu terjadi pada ibunya tadi. Jawab Hendri dia bukan bermaksud begitu. Ibu Puspa beritahu anaknya bahawa jantungnya sakit kerana Hendri fikirkan tentang Atikah. Hendri memberi ubat pada ibunya. untuk melegakan kesakitan. Hendri terpaksa turun dari mobil untuk pergi ke pasar mini berdekatan untuk membeli air untuk ibunya.

Dalam hati Ibu Puspa, dia berkata pada dirinya sejak kapan pun dia tidak akan membenarkan Hendri bertemu sama Atikah.



Di rumah sakit, Shinta masih risaukan keadaan Atikah yang cedera parah akibat kecelakaan itu. Shinta bercadang untuk menghubungi keluarga Atikah. Tetapi selain Gisha Shinta tidak tahu lagi siapa keluarganya Atikah. Kemudian Shinta teringat pada Hendri yang juga mempunyai hubungan rapat dengan Atikah. Shinta menelefon Hendri memberitahunya Atikah mendapat kecelakaan. Tetapi ibunya Hendri yang menjawab panggilan tersebut tanpa pengetahuan Hendri. Shinta hairan kenapa telefonnya dimatikan. Apabila Shinta mahu menghubungi Hendri sekali lagi, suster keluar dari ruangan Atikah dan memberitahu Shinta bahawa Ibu Atikah mahu menemui Shinta. Shinta batalkan niatnya untuk menelefon lagi.

Penghujung Episode 32

Babak-babak akhir episode ini terus menceritakan tentang Atikah berada dalam keadaan kritikal.Dengan nada suara yang lemah, Atikah terus meminta maaf pada Shinta. Shinta bingung kenapa Atikah minta maaf kerana dia tidak bersalah. Atikah terkenang kembali sewaktu Shinta tanya Atikah di mana anaknya dan Atikah telah memberitahu Shinta bahawa anaknya berada di sebelahnya, waktu itu Gisha yang berada di sebelah Shinta.
Atikah: Saya telah banyak bersalah sama Ibu Shinta dan juga Pak Wisnu.  
Shinta: Salah apa, Ibu Atikah? Salah apa, ibu nggak salah apa-apa sama saya. 
Anjar masih dalam perjalanan bersama Gisha ke rumah sakit untuk menemui Atikah. Gisha menggesa Anjar memandu dengan lebih cepat lagi. Anjar mengiakan permintaan Gisha. Gisha terus berdoa agar ibunya diselamatkan. Anjar menasihati Gisha untuk besabar dan harus tabah. Kata Anjar ibunya tentu baik-baik saja.

Namun Gisha tidak menghargai kata-kata Anjar itu malah dia suruh Anjar jangan cuba hiburkannya. Gisha mahu Anjar konsentrasi di jalan agar dia cepat sampai di rumah sakit. Anjar memberitahu Gisha terdapat kesesakan lalu lintas.Gisha terus turun dari mobil. Anjar cuba tenangkan Gisha tetapi Gisha tidak mempedulikan niat baik Anjar. Apabila Anjar mahu menemani Gisha, Gisha malah memberitahu Anjar bahawa dia tidak butuh dia ditemani kerana katanya Anjar bukan siapa-siapanya dia pada Gisha. Hati Anjar berasa begitu pedih mendengar kata-kata Gisha sebentar tadi.

Di rumah sakit: Atikah memberitahu Shinta bahawa dia telah membohonginya dan juga Pak Wisnu. Namun Shinta tidak faham apa yang Atikah telah bohonginya. Dalam keadaan tenat, Atikah menjelaskan pada Shinta bahawa sebenarnya... tiba-tiba Atikah berasa kesesakan nafas dan kemudian dia memegang tangan Shinta dan minta Shinta jangan panggilkan doktor kerana dia yakin waktunya sudah sampai.
Atikah: Ibu, tolong dengarkan saya.
Shinta: Ya, saya sedang dengar. 

 Atikah terus meminta maaf pada Shinta. Tetapi Shinta tidak tahu dia harus maafkan Atikah tentang apa. Sambil menangis Atikah menerangkan pada Shinta bahawa sebenarnya Gisha bukannya anak kandung Shinta. Shinta panasaran mendengarnya.
Shinta: Gisha bukan anak kandung saya? Jadi anak kandung saya siapa, Bu Atikah?
Atikah memberitahu Shinta bahawa anak kandungnya masih hidup.
Shinta: Siapa dia, siapa dia Bu Atikah, siapa dia?
Atikah: Dia... dia.. dia adalah...
Atikah tidak sempat memberitahu Shinta. Shinta meminta tolong memanggil doktor.

Shinta terkenang semula dengan penjelasan Atikah yang memberitahunya bahawa Gisha bukan anak kandungnya. Kemudian Shinta juga teringat semula tentang Hendri yang pernah menemuinya seketika dahulu untuk memastikan sesuatu dan menemui seseorang di rumahnya. Shinta tanya apa urusan Hendri sama Gisha. Kemungkinan besar Gisha itu anak kandung Hendri. Shinta terus memikirkan siapa anak kandungnya yang sebenar. Suara hati Shinta memberitahunya selama ini Ibu Atikah telah membohonginya. Gisha bukan anak kandung Shinta tetapi anak kandungnya Atikah sendiri.
Shinta: Kalau begitu mana anakku?


Sedang Shinta memikirkan siapa anak kandungnya, ibunya Hendri muncul di depan Shinta.
Shinta: Ibu?
Ibunya Hendri: Oh ternyata kamu masih ingat sama saya, Shinta?
Shinta tanya ibunya Hendri kenapa dia sampai ke situ menemuinya. Menurut ibunya Hendri, sebenarnya dia nggak mahu punya urusan sama Shinta tetapi katanya Shinta yang mulai mengusik keluarganya.
Shinta: Maksud ibu apa?
Ibunya Hendri: Sekarang saya tanya sama kamu? Untuk apa kamu menghubungi Hendri?

Shinta teringat ketika dia menelefon Hendri untuk memintanya pergi ke rumah sakit dengan segera karena Atikah mendapat kecelakaan.

Kisah seterusnya Aliya bersambung lagi pada keesokan hari. Terus mengikuti Aliya pada 16 Januari 2013 dalam Episode 33 nanti.

Sinetron Aliya Episode 32 pada 15 Januari 2013

Sinetron Aliya Episode 32 Part 1

Sinetron Aliya Episode 32 Part 2

Sinetron Aliya Episode 32 Part 3

Sinetron Aliya Episode 32 Part 4-4

Terlebih dahulu saya ingin meminta maaf kerana terdapat banyak kesilapan dalam ejaan, struktur ayat dan tatabahasa sewaktu saya menulis sinopsis ini. Terima kasih kepada semua yang telah singgah di sini.

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.sctv.co.id
http://www.tv3.com.my/
http://id.wikipedia.org/ 
SenCy_TVkoe:  http://www.lautanindonesia.com/
http://clorofilawards.wordpress.com
 http://pangeran229.wordpress.com/
http://niazuramaria.blogspot.com/
Channel
lynnalynn01 Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Tuesday, January 15, 2013

Sinopsis Episode 31 (14 Januari 2013) - Sinetron Aliya menemui penonton di Slot Sinetron TV3 pada 21 November 2012 jam 2.00 petang setiap Isnin - Khamis

Pemain Sinetron Aliya

Dea Annisa sebagai Aliya
Irwansyah sebagai Gilang/Galang
Billy Davidson sebagai Faris
Afifa Syahira sebagai Marina
Gege Elisa sebagai Gisha
Shandy Isabella sebagai
Jihan Fahira sebagai Shinta
Restu Sinaga sebagai Wisnu
Gunawan sebagai Anjar
Natasha Dewanti sebagai Winda
Marini Burhan sebagai Laila

Lagu Tema: Menyambut Janji
Penyanyi: Letto
Cerita & Skenario: Ina Rosamaya
Sutradara: Maruli Ara & Doddy Djanas
Produser: Titin Suryani
Produksi: Verona Pictures © 2011
Tayang: Mulai 21 November 2012
Jadwal Tayang: Setiap hari Isnin - Khamis di Slot Sinetron TV3

Sinopsis Global

ALIYA adalah sosok gadis baik dan jujur yang lahir dari pernikahan Anjar dan Shinta. Sayang, kisah hidup Aliya tidaklah semanis wajahnya. Berbagai konflik selalu menghiasi perjalanan hidup Aliya, termasuk masalah keluarga dan cerita kisah cintanya yang tragis.

Gadis malang itu harus merasakan kehidupan dalam penjara, karena dituduh membunuh Gilang, kekasihnya. Aliya menganggap lika liku kehidupan itu adalah sebuah pengorbanan untuk ibundanya. Di sisi lain, karena Gilang telah tiada, Aliya menganggap tidak ada lagi laki-laki lain yang dia cintai.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aliya akhirnya mengetahui bahwa Shinta adalah ibu kandungnya? Mungkinkah Shinta akan kembali bersatu dengan Anjar? Lantas, kepada siapa Aliya akan melabuhkan cintanya? Fariz yang benar-benar mencintainya atau Galang yang mirip Gilang mantan kekasih Aliya?

Sambungan sinopsis Episode 31 pada 14 Januari 2013




Apabila para saksi berkata sah saja, tiba-tiba Marina mual - mual, kata Marina dia cuma nggak enak badan. Penghulunya bilang kalau mempelai perempuan sedang hamil, ijab kabul tidak bisa dilanjutkan. Penghulu tanya Marina sekali lagi apa Marina sedang hamil. Namun bilang Marina  pada penghulu ia tidak hamil, hanya mual karena sakit. Penghulu menyuruh Marina dan semuanya bersumpah, Marina berani tapi tidak dengan Shinta. Kata Shinta dia tidak bersedia kerana Marina memang hamil. Penghulu memberitahu mereka dia tidak dapat melanjutkan pernikahan tersebut. Penghulu pun pergi karena pernikahan yang sedang hamil tidak boleh menikah dengan mana-mana laki-laki pun kerana haram hukumnya. Kata Pak Penghulu itu lagi dia boleh menikah tetapi setelah anaknya dilahirkan.

Sandra marah pada Shinta dan mengusirnya. Shinta, Anjar, Gisha dan Wisnu pergi. Wisnu minta Shinta bersikap sedikit bijak, sambung Wisnu kenapa dia tidak memikirkan perasaan orang-orang di situ.  Shinta bilang pernikahan Marina gagal bukan kerana dia tapi menurut penghulu seseorang itu tidak boleh menikah kalau dia hamil. Anjar membenarkan kata - kata Shinta. Wisnu bilang ia tidak minta pendapat Anjar dan Gisha minta Anjar jangan ikut campur karena Anjar hanya supir.

Marina menangis teresak-esak kerana semuanya sudah hancur. Galang beritahu Aliya dia tahu kenapa dia menghadiri acara pernikahannya dan Marina. Dia mahu Aliya bersikap jujur dengannya. Aliya teruskan pendiriannya dengan mengatakan dia tidak mempunyai sebarang perhubungan dengan Gilang dan mereka tidak pernah bertunang. Kata Galang dia mahu Aliya cabutkan kalung yang dipakainya kerana Aliya tiada hubungan dengan Gilang. Aliya cuma dapat berlinangan air mata memandang wajah Galang. Galang mencabar Aliya untuk mencabut kalung yang dipakainya. Secara terpaksa Aliya terpaksa menanggalkan kalung yang dipakainya dan memberikan pada Galang. Sekali lagi Aliya cuba menyakinkan Galang yang dia tidak pernah bertunang dengan Gilang.



Babak yang lain menceritakan Marina mahu membunuh diri. Galang minta Marina teruskan. Marina mengambil kotak mancis untuk menghidupkan api. Galang mulai khuatir sesuatu akan terjadi. Dengan tidak sengaja api mula dinyalakan. Marina pengsan.

Marina dibawa ke kamarnya. Sandra marah pada Galang dan mahu bicara dengannya. Marina membuka matanya dan tersenyum sendirian.

Sandra menampar Galang sambil mengatakan anaknya keterlaluan kerana dia sanggup menyokong Marina untuk membunuh diri. Kata Sandra seharusnya Galang mencegah Marina. Galang minta maaf pada mamanya kerana dia fikirkan untuk takutkan Marina saja. Namun menurut Sandra bukankah Marina nekad mahu bunuh diri. Galang sebagai calon suaminya Marina harus hiburkan dia dan bukan suruh dia bunuh diri. Sandra tidak tahu apa yang ada dalam fikiran Galang. Sambung Sandra lagi dulu Galang menurut padanya tetapi sekarang sudah tidak lagi. Sandra menuduh Galang mula terikut Shinta.Kata Sandra lagi dia ibu kandungnya dan dia amat kecewa sama Galang.

Babak seterusnya menceritakan Wisnu memberitahu Shinta nasi sudah menjadi bubur apa yang harus melakukan sekarang adalah mencari jalan penyelesaian dan dia minta Shinta fikir dan ikhtiarkan bersamanya.  Namun menurut Shinta jalan keluarnya sekarang adalah menunggu kelahiran anak Marina dan setelah itu barulah pernikahan dijalankan. Itupun kalau anaknya Marina itu anaknya Gilang. Tetapi Wisnu kasihankan Marina yang harus tunggu terlalu lama. Secara diam-diam, Mutia mendengar perbualan Wisnu dan Shinta. Jawab Shinta itu ideanya dia. Wisnu boleh guna kalau mahu tidak guna pun tidak apa. Shinta tidak mahu disalahkan terus. Katanya lebih baik berdiam diri. Setelah itu Shinta terus menguncikan dirinaya di dalam kamar.

Wisnu cuba masuk ke dalam tetapi gagal kerana pintu kamar sudah dikunci dari dalam. Wisnu minta Shinta buka pintunya kerana dia belum selesai omong lagi. Wisnu tanya kenapa setiap kali dia omong Shinta pasti tutup pintu. Anjar tanya apa yang Mutia lakukan lalu menarik dia keluar. Jawab Mutia dia melihat Shinta bertengkar dengan suaminya. Tanya Anjar apakah itu tontonan sampai dia melihat begitu. Mutia serba ingin tahu kenapa acara pernikahan itu bisa gagal. Namun kata Anjar itu bukan urusan Mutia. Urusan mereka di situ adalah bekerja.

Anjar tidak mahu Mutia masuk campur dalam urusan mereka. Tetapi menurut Mutia, semenjak dia bekerja lagi dia sudah ikut campur dalam urusan mereka. Mutia pasti akan senang sekali melihat rumah tangga Shinta berantakan sama seperti dia dan Anjar.

Wisnu minta maaf pada Anjar kerana telah memarahi Anjar tadi.  Wisnu harap kemarahannya tadi tidak menyinggung persaaan Anjar. Namun menurut Anjar dia tidak marah malah dia menasihati Wisnu agar bersabar menghadapi masalah tersebut. Wisnu jelaskan pada Anjar posisinya serba salah.

Wisnu tahu Shinta itu benar. Tapi Sandra marah dan salahkannya kalau dia bela Shinta dan ketika Wisnu nasihati Shinta dia pula yang marah. Shinta fikir dia membela Sandra. Wisnu serba salah. Kalau Wisnu tahu, dia nggak akan nikah dua kali. Wisnu harap Anjar tidak menghadapi masalah sepertinya. Anjar memandang ke arah wajah Wisnu kerana memang dia juga menghadapi masalah yang sama seperti Wisnu. Namun Anjar tidak dapat berkata apa-apa.


Babak yang lain menceritakan Galang menerima sms daripada Faris sebelumnya. Faris ingin menemui Galang kerana ada hal penting yang dia mahu tunjukkan tentang Marina. Faris harap Galang dapat datang sebelum acara pernikahan Galang bermula. Sandra cuba menghalang Galang dari keluar tetapi menurut Galang dia tahu mungkin Marina stress akan kejadian itu tetapi dia juga perlu ketenangan. Kata Galang lagi dia butuh waktu untuk tenang.

Dana terkejut apabila dia dibawa ke ruangan kerja yang baru di mana dia cuma memegang jawatan sebagai penolong ketua sekuriti di hotel mereka. Dana tanya apakah papanya bergurau dengannya kerana dia adalah penolong pengurus besar dan kenapa pula papanya berikan posisi jadi penolong ketua sekuriti. Tetapi menurut Hendri bukankah Dana sudah mengetahui yang Faris telah mengisi jawatan sebagai penolong pengurus besar. Lagipun sejak kejadian kemarin, kejadian perampokan di rumah mereka,  Hendri dapat lihat potensi Dana berkebolehan untuk bekerja di bahagian sekuriti. Sebab itu Hendri berikan jawatan itu pada Dana. Hendri tanya Dana apakah dia tidak suka jawatan itu kerana itu saja jawatan yang kosong sementara waktu. Sambung Hendri lagi terserah Dana mahu atau tidak semuanya terserah pada Dana. Mahu tidak mahu Dana terpaksa menerima jawatan yang diberikan oleh papanya. Kata Dana yang penting dia dapat bantu papanya di hotel itu. Hendri senang mendengarnya. Hendri fikirkan yang Dana sekarang sudah mulai berubah dan lebih bijaksana dan dewasa. Setelah Hendri beredar dari situ, Dana marah-marah dan memukul pintu itu dengan kuat.


Faris menemui Galang di sebuah kafe dan memberitahu Galang dia ingin menunjukkan foto Marina bersama seorang lelaki. Galang ingin melihat fotonya tetapi menurut Faris foto tersebut sudah dibakar oleh Marina. Galang tanya pada Faris apakah dia yang menyebabkan kekecohan itu. Faris mengiakan soalan Galang. Namun Faris minta Galang jangan kecewa kerana dia masih menyimpan foto tersebut dihpnya kerana dia punya firasat yang Marina akan merampas foto itu jadi dia foto dihpnya. Galang terkejut melihat Marina dan Dana.

Kata Galang kalau mereka tidak boleh membuat Marina mengaku  mereka harus membuat Dana mengaku. Faris setuju dengan pendapat Galang.

Sinopsis penhujung episode Aliya: Mengisahkan Zaki menangis kesediahan mengenangkan Marina sudah bernikah dengan orang lain.  Aliya tanya Zaki kenapa dia menangis. Jawab Zaki tidak dapat menikah dengan gadis impiannya, Marina.

Zaki memberitahu Aliya yang kini hatinya sudah hancur dan hidupnya seperti sudah berakhir, semuanya gelap selepas Marina pergi. dan Zaki berasa tiada pegangan lagi.  Apabila Aliya menerangkan pada Zaki yang pernikahan Marina sudah dibatalkan, tangisan Zaki terhenti dan dia merenung ke arah Aliya seakan sedang bermimpi. Setelah Aliya yakinkan Zaki kerana dia baru pulang dari acara tersebut, kata Zaki jodoh memang tak ke mana. Zaki mengucapkan terima kasih pada Aliya kerana sudah beritahunya tentang Marina. Zaki memuji Aliya memang adikya yang baik.

Setelah Zaki beredar dari situ, Aliya menerima sms daripada Faris memintanya untuk datang ke hotel kerana dia ada sesuatu yang penting untuk ditunjukkan pada Aliya. Aliya menemui Faris di hotel. Tanpa diduga oleh Aliya, Faris juga telah mengajak Galang untuk pergi menemui Dana bersama.

Pada mulanya Dana fikirkan Faris tentu akan tertawakannya kerana jawatannya lebih rendah daripadanya. Tetapi jangkaan Dana salah. Faris menunjukkan foto Dana bersama Marina di hpnya. Kata Faris, dia sempat melihat Marina di hotel itu dan Dana juga mengusirnya dari situ. Maksud kedatangan mereka ingin tanya apakah Dana telah menghamili Marina. Dana mengaku pernah tidur sama Marina tetapi itu tidak bererti dia telah menghamilinya. Dana hampir memukul Faris tetapi dihalang oleh Galang. Pak Hendri muncul pada ketika itu dan tanya mereka apa yang sedang berlaku.

Mereka masuk ke ruangan Pak Hendri. Pak Hendri  tanya Dana apakah benar itu fotonya. Dana mengaku itu memang fotonya.
Pak Hendri: Kalau foto ini membuktikan bahawa anak yang dikandung oleh Marina adalah anaknya Dana, saya rasa agak sedikit terlambat karna beberapa waktu yang lalu ibunya Marina dan Marina datang kepada saya. Saya katakan untuk melakukan tes DNA dan hasilnya ternyata negatif bahawa anak yang ada di dalam rahimnya Marina bukan darah dagingnya Dana.

Mahu atau tidak, Galang, Faris dan Aliya terpaksa mempercayainya.
Pak Hendri: Saya rasa sudah clear itu. 
Dana: Tunggu apa lagi, lebih baik kalian pergi dari sini dan jangan pernah ganggu di hotel ini lagi. 
Pak Hendri: Faris, sebentar. 
Faris: Ya, pak.
Pak Hendri memberitahu Faris bahawa dia menjadikan Faris sebagai penolong pengurus besar hotel itu  bukan bererti dia boleh buat sesuka hati apalagi menuduh orang tanpa bukti. Pak Hendri berharap itu merupakan pertama dan terakhir kalinya Faris melakukan hal yang memalukan seperti itu kerana kalau sampai terjadi lagi Pak Hendri akan benar-benar kecewa sama Faris.
Faris: Maafkan saya, pak. Kalau begitu saya pamit. 
Setelah itu mereka keluar dari ruangan Pak Hendri dengan perasaan kecewa kerana tidak dapat buktikan anak dalam kandungan Marina adalah anaknya Dana.


Faris meminta maaf pada Aliya dan Galang kerana tidak dapat buktikan anak yang dikandung Marina itu bukann anaknya Gilang dan dia fikir tinggal selangkah lagi untuk membongkar kebohongannya Marina.
Galang: Nggak apa-apa Faris, aku sangat menghargai usaha kamu daripada (sambil Galang memandang ke arah Aliya) orang yang nggak usaha sama sekali.

Faris: Aliya, aku tadi dah berusaha menghentikan pernikahan Galang dan Marina tapi Marina malah membakar fotonya. Tapi Tuhan ternyata tak pernah tidur ya. Dia mempunyai cara lain untuk menghentikan pernikahan ini.
Belum sempat Faris menghabiskan kata-katanya Aliya terus marah pada Faris dengan mengatkan bukankan dia pernah bilang sama dia meminta Faris diam saja. Tetapi Faris malah bertindak di luar persetujuan Aliya.
Aliya: Ris, mohon jangan ikut campur. Ini bukan urusan kamu.
Faris: Aliya, kamu marah-marah sih? Ini semua demi kamu. Aku nggak peduli walaupun hal ini membuat aku diusir sama Pak Wisnu. Aku hampir kehilangan kerja aku tadi karna aku tahu kamu sangat mencintai Gilang. Dan aku tahu juga kamu dah menganggap Galang sebagai penggantinya Gilang. Walaupun aku sekarang nggak ngerti kenapa kamu jadi aneh kaya gini. Tapi aku yakin kamu sangat tidak menginginkan pernikahan Galang dan Marina. Aku berjuang tapi apa? Apa balasannya. Kamu malah bilang, saya ikut campur urusan kamu. Okey, mulai saat ini aku nggak akan ikut campur urusan kamu.

Bersambung dalam Episode 32 pada keesokan hari waktu yang sama. Terus mengikuti kisah yang semakin menarik dan mengguris hati ini.

Sinetron Aliya Episode 31 pada 14 Januari 2013

Sinetron Aliya Episode 31 Part 1

Sinetron Aliya Episode 31 Part 2

Sinetron Aliya Episode 31 Part 3

Sinetron Aliya Episode 31 Part 4-4

Terlebih dahulu saya ingin meminta maaf kerana terdapat banyak kesilapan dalam ejaan, struktur ayat dan tatabahasa sewaktu saya menulis sinopsis ini. Terima kasih kepada semua yang telah singgah di sini.

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.sctv.co.id
http://www.tv3.com.my/
http://id.wikipedia.org/ 
SenCy_TVkoe:  http://www.lautanindonesia.com/
http://clorofilawards.wordpress.com
 http://pangeran229.wordpress.com/
http://niazuramaria.blogspot.com/
Channel
lynnalynn01 Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Online Visitors

Thank you for dropping by